Jumat, 01-05-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Survei Indeks Kebahagiaan GTK Ungkap Mayoritas Guru dan Tenaga Kependidikan SMK Negeri 10 Semarang Sangat Bahagia

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG-SMK Negeri 10 Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang nyaman, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan guru serta tenaga kependidikan (GTK). Hal ini dibuktikan melalui peluncuran survei Indeks Kebahagiaan Guru dan Tenaga Kependidikan yang diselenggarakan sejak Jumat, 7 November hingga Senin, 10 November 2025. Survei ini melibatkan 78 responden dari berbagai unsur GTK di sekolah tersebut.

Indeks Kebahagiaan Guru dan Tenaga Kependidikan merupakan alat ukur yang digunakan untuk menilai tingkat kebahagiaan, kepuasan kerja, serta kesejahteraan psikologis para guru dan tenaga kependidikan. Pengukuran dilakukan menggunakan berbagai indikator, meliputi kepuasan terhadap tugas dan lingkungan kerja, dukungan sosial, keseimbangan kerja-hidup, kesejahteraan emosional, iklim sekolah, apresiasi, hingga ketersediaan kesempatan pengembangan profesional. Tujuan utama survei ini adalah memantau kondisi kesejahteraan GTK, mengidentifikasi faktor-faktor pendorong kinerja, serta menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan sekolah demi menciptakan ekosistem pendidikan yang bahagia.

Hasil survei tersebut menunjukkan data yang mencolok: 69 responden memilih kategori “Sangat Bahagia”, sementara 9 orang memilih “Bahagia”. Tidak ada satu pun yang memilih kategori cukup bahagia, kurang bahagia, maupun tidak bahagia. Temuan ini menjadi bukti kuat bahwa mayoritas guru dan tenaga kependidikan merasakan kenyamanan, dukungan, dan apresiasi yang optimal dalam lingkungan kerja mereka.

Salah satu guru, Hesti Sulistyowati, guru TPK SMK Negeri 10 Semarang, mengungkapkan rasa bahagianya yang tak dapat dituangkan dalam kata-kata. “Saya sangat bahagia—bahagia yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Rasa bahagia ini menjadi bukti bahwa kepemimpinan Bapak Ardan telah memberikan dampak positif bagi seluruh warga sekolah,” ujarnya dengan penuh rasa syukur. Ia menambahkan bahwa keberhasilan SMK Negeri 10 Semarang dalam menorehkan berbagai prestasi tidak lepas dari kerja sama seluruh pihak, namun juga sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan yang inspiratif. “Semoga semangat kepemimpinan yang inspiratif ini terus berlanjut sehingga SMK Negeri 10 Semarang semakin berprestasi dan menjadi kebanggaan bersama,” imbuhnya.

Senada dengan itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Helmi Yuhdana, MM, menegaskan bahwa kebahagiaan GTK tidak terlepas dari kebijakan kepala sekolah yang berpihak pada kesejahteraan semua pihak. “Karena atas kepemimpinan Pak Ardan, semua kebijakan beliau sangat berpihak kepada seluruh stakeholder yang ada di SMK Negeri 10 Semarang,” katanya.

Susanti, S.Pd, Guru Bahasa Inggris, turut memberikan pandangan. Ia mengaku memilih “Sangat Bahagia” karena merasa mendapat dukungan penuh dari kepala sekolah dalam hal pengembangan kompetensi. “Kepala sekolah senantiasa mendorong pelatihan dan pengembangan kompetensi bagi guru, serta tidak membatasi kegiatan apapun yang ingin kami lakukan untuk berkembang. Beliau juga memberikan ruang bagi guru dan siswa mengembangkan kreativitas dan talenta,” jelasnya.

Dukungan serupa juga dirasakan oleh Waka Pengembangan SDM, Hikma Nurul Izza, S.Pd, yang melihat perubahan signifikan di era kepemimpinan kepala sekolah saat ini. “Di zaman kepemimpinan Pak Ardan semua dipermudah, tidak dibeda-bedakan. Peningkatan kualitas GTK seperti lomba semakin banyak, tidak hanya guru tetapi juga siswa. Bahkan pengadaan bahan praktik IPAS yang dulu tidak ada, sekarang sudah tersedia,” ungkapnya.

Menanggapi hasil survei tersebut, Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, M.Pd, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada seluruh GTK yang telah berpartisipasi. “Hasil survei ini bagi kami sangat surprise dan menyenangkan, karena hampir semua GTK memilih sangat bahagia dan bahagia. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan suasana kerja di sekolah,” ujarnya.

Dengan hasil survei yang begitu positif, SMK Negeri 10 Semarang menunjukkan bahwa kebahagiaan guru dan tenaga pendidik bukan hanya slogan, tetapi budaya kerja yang benar-benar diwujudkan. Sebuah langkah nyata menuju sekolah yang sehat, inspiratif, dan berprestasi.

Kontributor : Muhammad Yunan Setyawan, S.Pd, Waka Humas SMK Negeri 10 Semarang

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan