Jumat, 12-06-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Tenaga Kependidikan SMKN Jateng Perkuat Kompetensi AI, Siap Tingkatkan Layanan dan Produktivitas Kerja

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG, 12 Juni 2026 – Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin menjadi kebutuhan di berbagai bidang, termasuk dalam dunia pendidikan. Menjawab tantangan tersebut, kegiatan Dolmen Tenaga Kependidikan (Tendik) Pertemuan Ke-4 yang dilaksanakan pada Jumat (12/6/2026) menghadirkan materi bertajuk “Pemanfaatan AI dalam Bidang Tugas Tenaga Kependidikan (Kepala Tata Usaha, Kepala Perpustakaan, dan Kepala Laboratorium)”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi tenaga kependidikan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital yang terus berkembang.

Kegiatan yang berlangsung dengan antusias tersebut menghadirkan tim fasilitator yang terdiri atas Arief Ediyanto, S.Pd., M.Pd., Berti Sagendra, S.Pd., M.Pd., Maya Harsasi, S.Pd., M.Pd., dan Nining Mariyaningsih, S.Pd., M.Pd. Materi utama disampaikan oleh Nining Mariyaningsih, S.Pd., M.Pd., yang memberikan pemahaman komprehensif mengenai peran dan manfaat AI dalam mendukung tugas-tugas tenaga kependidikan di lingkungan sekolah.

Dalam paparannya, Nining menjelaskan bahwa perkembangan teknologi AI merupakan peluang besar bagi tenaga kependidikan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada seluruh warga sekolah. Menurutnya, berbagai tantangan yang selama ini dihadapi tenaga kependidikan, mulai dari tingginya beban administrasi, pengelolaan data dan dokumen dalam jumlah besar, komunikasi dengan kepala sekolah, guru dan peserta didik, hingga penyusunan laporan yang berulang, dapat dibantu dengan teknologi AI.

“AI menjadi penting karena mampu menjawab berbagai tantangan pekerjaan tenaga kependidikan. Namun perlu dipahami bahwa AI bukanlah pengganti manusia. AI adalah asisten digital yang membantu pekerjaan sehari-hari menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien,” ujar Nining saat menyampaikan materi.

Ia menambahkan bahwa AI dapat berperan sebagai mitra produktivitas yang membantu meningkatkan efisiensi kerja dan menghasilkan output yang lebih optimal. Selain itu, AI juga dapat digunakan untuk mengotomatisasi pekerjaan rutin yang berulang sehingga tenaga kependidikan memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada tugas-tugas strategis yang membutuhkan pemikiran dan kreativitas manusia.

Menurut Nining, penggunaan AI juga dapat mendukung proses pengambilan keputusan karena mampu memberikan rekomendasi berdasarkan data dan informasi yang tersedia. Dengan demikian, keputusan yang diambil dapat lebih tepat dan berbasis data yang akurat.

“AI adalah partner terbaik untuk bekerja lebih cerdas. Dengan AI kita bisa menghemat waktu, meningkatkan produktivitas, memperoleh hasil yang lebih akurat, meningkatkan kualitas profesional, dan lebih fokus pada hal-hal yang benar-benar penting,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan berbagai pemanfaatan AI yang relevan dengan tugas tenaga kependidikan. Beberapa di antaranya adalah merangkum dokumen yang panjang, membuat presentasi yang menarik, menyusun poin-poin penting dari suatu materi, menulis dan memperbaiki teks, mengubah bahasa formal menjadi lebih sederhana, mencari informasi secara cepat dan tepat, membuat template dokumen, hingga melakukan pemeriksaan plagiarisme dan keamanan dokumen.

Tidak hanya menerima teori, peserta juga diajak melakukan praktik langsung menggunakan berbagai platform AI. Mereka berlatih membuat gambar dan foto berbasis AI, menyusun materi presentasi PowerPoint, membuat infografis Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk perpustakaan maupun laboratorium, hingga membuat undangan secara otomatis menggunakan ChatGPT. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan aplikasi AI lainnya seperti Gemini yang memiliki berbagai fitur pendukung pekerjaan administrasi dan layanan pendidikan.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta tampak aktif mencoba berbagai fitur AI yang diperkenalkan dan berdiskusi mengenai penerapannya dalam pekerjaan sehari-hari. Banyak peserta mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai bagaimana teknologi dapat membantu menyelesaikan pekerjaan secara lebih efektif dan efisien.

Meski demikian, Nining mengingatkan bahwa pemanfaatan AI harus dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab. Menurutnya, pengguna perlu memahami bahwa AI memiliki keterbatasan sehingga setiap informasi yang dihasilkan tetap harus diverifikasi oleh manusia.

“Selalu terapkan prinsip verifikasi dan pengawasan manusia. AI dapat menghasilkan jawaban yang keliru atau halusinasi, memiliki keterbatasan konteks, dan tidak dapat menggantikan empati maupun keputusan akhir manusia,” tegasnya.

Dalam sesi khusus mengenai teknik penggunaan AI, peserta mendapatkan pembelajaran tentang cara menyusun prompt yang efektif menggunakan formula SMART. Formula tersebut terdiri atas Specific atau spesifik dalam menjelaskan kebutuhan, Meaningful Context atau memberikan konteks yang jelas, Aim atau tujuan yang ingin dicapai, Role atau peran AI yang diharapkan, serta Type of Output atau format keluaran yang diinginkan.

Melalui pendekatan SMART, peserta diajarkan bagaimana memberikan instruksi yang jelas sehingga AI dapat menghasilkan jawaban yang lebih relevan dan sesuai kebutuhan. Selain itu, peserta juga mendapatkan berbagai tips membuat prompt yang efektif, seperti menggunakan bahasa yang lugas, memberikan informasi yang lengkap, fokus pada satu permintaan dalam satu prompt, serta melakukan evaluasi dan perbaikan apabila hasil yang diperoleh belum sesuai harapan.

Materi juga membahas peran AI sebagai asisten komunikasi. Teknologi ini dapat membantu tenaga kependidikan dalam menyusun email resmi yang profesional, membuat pengumuman yang jelas dan menarik, menyusun pesan WhatsApp formal yang efektif, hingga menghasilkan konten publikasi kegiatan sekolah yang siap dibagikan kepada masyarakat.

Tidak hanya itu, AI juga dapat dimanfaatkan sebagai asisten pengolah data. Dengan kemampuan analisis yang dimiliki, AI dapat membantu membaca tabel, menemukan pola dan tren, membuat grafik secara otomatis, hingga menyusun laporan statistik yang rapi dan mudah dipahami dalam waktu singkat.

Pada sesi penutup, Nining kembali menegaskan pentingnya etika dan keamanan dalam penggunaan AI. Ia mengingatkan agar tenaga kependidikan selalu melindungi data dan informasi penting, melakukan verifikasi terhadap setiap hasil yang diberikan AI, menggunakan AI sebagai asisten kerja dan bukan pengganti manusia, serta tetap menjunjung tinggi prinsip etika dan tanggung jawab profesional.

Ia menyimpulkan bahwa tenaga kependidikan yang mampu memanfaatkan AI secara tepat akan memperoleh banyak keuntungan dalam pekerjaannya.

“Tenaga kependidikan yang memanfaatkan AI akan menjadi lebih produktif karena mampu menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dengan hasil yang optimal. Proses kerja menjadi lebih cepat, lebih akurat, dan lebih efisien sehingga waktu yang dimiliki dapat difokuskan untuk pelayanan, inovasi, serta peningkatan mutu institusi,” pungkasnya.

Melalui kegiatan Dolmen Tendik Pertemuan Ke-4 ini, diharapkan seluruh tenaga kependidikan semakin siap menghadapi era transformasi digital dan mampu memanfaatkan teknologi AI secara cerdas, etis, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, kualitas layanan pendidikan di lingkungan sekolah dapat terus meningkat seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Penulis : Yuni Triningsih, Peserta Dolmen Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan