Bandung, 08 Juni 2026 – Dalam rangka meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan vokasi agar selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja, Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI) Bandung menyelenggarakan Program Upskilling dan Reskilling bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vokasi Tahun 2026 Angkatan 5 Periode 3–21 Juni 2026. Kegiatan ini secara resmi dibuka pada Senin, 08 Juni 2026, dan diikuti oleh para pendidik serta tenaga kependidikan vokasi dari berbagai provinsi di Indonesia, termasuk guru dari SMKN Jateng Di Semarang.
Acara pembukaan berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para peserta untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus memperluas wawasan terkait perkembangan teknologi, inovasi pembelajaran, serta kebutuhan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industri saat ini.
Pembukaan program dilakukan secara langsung oleh Kepala BBPPMPV BMTI Bandung, Dr. Baharudin, S.Pd., M.Pd.. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran yang sangat strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, produktif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Oleh karena itu, guru sebagai ujung tombak pendidikan harus terus meningkatkan kompetensinya melalui berbagai kegiatan pengembangan profesional berkelanjutan.
Dalam arahannya, Dr. Baharudin menekankan bahwa seorang guru tidak cukup hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga harus mampu berinovasi dalam proses pembelajaran agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Guru tidak boleh berhenti untuk terus berinovasi. Perkembangan teknologi dan kebutuhan industri bergerak sangat cepat. Oleh karena itu, guru harus selalu belajar, beradaptasi, dan mengembangkan kompetensinya agar mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap bersaing,” ujar Dr. Baharudin, S.Pd., M.Pd.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa program upskilling dan reskilling merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat memperoleh kompetensi terbaru sesuai bidang keahlian masing-masing sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif, bermakna, dan sesuai dengan perkembangan industri.
Selain memberikan arahan terkait peningkatan kompetensi, Kepala BBPPMPV BMTI Bandung juga mengajak seluruh peserta untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung program Green Office BBPPMPV BMTI yang dikenal dengan slogan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Program tersebut merupakan bagian dari budaya kerja yang terus dikembangkan di lingkungan BBPPMPV BMTI untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, sehat, aman, bersih, serta mendukung keberlanjutan lingkungan.
Beliau menegaskan bahwa budaya ASRI tidak hanya diterapkan selama peserta mengikuti kegiatan pelatihan, tetapi juga diharapkan dapat dibawa dan diterapkan kembali di sekolah masing-masing. Dengan demikian, sekolah dapat menjadi lingkungan belajar yang lebih sehat, tertib, nyaman, dan mendukung terciptanya pembelajaran yang berkualitas.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksanaan Diklat Upskilling dan Reskilling Tahun 2026, Ibu Erly Meriana, S.Sos., M.Ed., dalam laporannya menyampaikan bahwa program ini diikuti oleh 149 peserta yang berasal dari berbagai daerah dan latar belakang bidang keahlian vokasi. Jumlah peserta tersebut menunjukkan tingginya antusiasme pendidik dan tenaga kependidikan dalam meningkatkan kompetensi profesional mereka.
Dalam laporannya, Ibu Erly Meriana menjelaskan bahwa tujuan utama penyelenggaraan program upskilling dan reskilling adalah untuk meningkatkan kompetensi profesional pendidik dan tenaga kependidikan vokasi, khususnya pada aspek teknis kejuruan yang sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Kompetensi yang diberikan dalam pelatihan ini telah disusun berdasarkan standar yang berlaku dan disesuaikan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia kerja terkini.
“Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional pendidik dan tenaga kependidikan vokasi terkait kompetensi teknis kejuruan sesuai bidang keahlian yang terstandar, relevan, dan terbarukan sesuai kebutuhan dunia kerja,” jelas Ibu Erly Meriana, S.Sos., M.Ed.
Selama pelaksanaan kegiatan yang berlangsung pada tanggal 3–21 Juni 2026, peserta akan mengikuti berbagai rangkaian pembelajaran, baik teori maupun praktik, yang dirancang untuk memperkuat kompetensi teknis dan pedagogis. Selain itu, peserta juga akan mendapatkan pengalaman belajar yang berbasis industri, penggunaan teknologi terbaru, serta praktik baik yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah.
Bagi guru SMKN Jateng Di Semarang, keikutsertaan dalam program ini menjadi kesempatan berharga untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperluas jejaring profesional dengan sesama pendidik vokasi dari berbagai daerah. Pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti pelatihan diharapkan dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah.
Partisipasi guru SMKN Jateng Di Semarang dalam Program Upskilling dan Reskilling Tahun 2026 juga merupakan bentuk nyata komitmen sekolah dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul. Melalui peningkatan kompetensi guru yang berkelanjutan, sekolah berupaya menghadirkan pembelajaran yang lebih adaptif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Dengan terselenggaranya program ini, diharapkan para peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah masing-masing, mampu mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh, serta turut berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan vokasi di Indonesia. Semangat belajar sepanjang hayat, budaya inovasi, dan komitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan menjadi bekal penting dalam mewujudkan lulusan vokasi yang kompeten, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan.
Penulis : Riska Eko Cahyono, S.Pd, Guru Produktif Permesinan SMKN Jateng di Semarang

Beri Komentar