Sabtu, 06-06-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Meneladani Nabi Ibrahim, Khatib Ajak Siswa SMKN Jateng Hadapi Ujian dengan Ketakwaan

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG, 5 Juni 2026 – Momentum bulan Dzulhijjah dimanfaatkan untuk memperkuat nilai-nilai keimanan dan ketakwaan dalam pelaksanaan Sholat Jumat di Masjid Baitul Ilmi SMKN Jateng di Semarang, Jumat (5/6/2026). Kegiatan yang diikuti oleh guru, karyawan, dan siswa tersebut menghadirkan Hasyim Fuad sebagai khatib sekaligus imam dengan tema khotbah “Menjalani Ujian dengan Landasan Ketakwaan”.

Dalam khotbahnya, Hasyim Fuad mengajak seluruh jamaah untuk mengambil pelajaran berharga dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang menjadi teladan dalam menghadapi ujian kehidupan. Menurutnya, peristiwa yang terjadi pada Nabi Ibrahim dan putranya merupakan gambaran nyata tentang ketaatan, ketakwaan, dan keimanan yang sempurna kepada Allah SWT.

“Di bulan Dzulhijjah ini, kita diberikan kesempatan untuk mengambil pelajaran dari kisah perjuangan Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Nabi Ibrahim mendapatkan ujian yang sangat berat dari Allah SWT, yaitu perintah untuk menyembelih putra yang telah lama beliau dambakan. Karena ketaatan, ketakwaan, dan keimanan yang tinggi kepada Allah SWT, Nabi Ibrahim siap melaksanakan perintah tersebut,” ujar Hasyim Fuad di hadapan jamaah.

Ia menjelaskan bahwa Nabi Ismail AS juga menunjukkan keteladanan luar biasa dengan menerima ketentuan Allah SWT secara penuh kepasrahan. Sikap keduanya menjadi contoh bagi umat Islam dalam menyikapi berbagai ujian kehidupan yang datang silih berganti.

Hasyim Fuad menegaskan bahwa ujian merupakan sunatullah atau ketentuan Allah SWT yang pasti dialami setiap manusia. Setiap individu akan mendapatkan ujian sesuai dengan kapasitas dan kemampuan yang dimilikinya. Karena itu, tidak ada alasan bagi seorang hamba untuk berputus asa ketika menghadapi berbagai persoalan hidup.

“Ujian hidup merupakan sunatullah yang telah Allah SWT tetapkan bagi setiap manusia. Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya. Oleh karena itu, setiap hamba pasti akan diuji sesuai kadar kemampuan masing-masing,” katanya.

Dalam khotbah tersebut, ia mengingatkan bahwa ujian tidak hanya berupa kesulitan atau musibah, tetapi juga dapat berupa nikmat yang dimiliki seseorang. Keluarga, jabatan, harta, hingga kesempatan menuntut ilmu merupakan bentuk ujian yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab.

“Kita yang memiliki keluarga diuji oleh Allah. Kita yang memiliki jabatan juga diuji oleh Allah. Bahkan para pencari ilmu, termasuk para siswa, juga mendapatkan ujian. Pada hakikatnya, ujian yang diberikan Allah SWT bertujuan untuk meningkatkan derajat seorang hamba,” tuturnya.

Pesan tersebut dinilai relevan dengan kondisi para siswa yang saat ini sedang menghadapi berbagai proses pembelajaran dan evaluasi akademik. Hasyim Fuad mengibaratkan ujian kehidupan seperti ujian semester yang harus dilalui oleh peserta didik untuk dapat naik ke jenjang berikutnya.

“Sebagaimana seorang siswa yang ingin naik kelas harus melewati ujian semester. Ia harus belajar dengan sungguh-sungguh, membaca, dan mempersiapkan diri agar dapat menjawab setiap soal yang diberikan. Dengan demikian, ia dapat memperoleh hasil yang baik dan naik ke tingkat yang lebih tinggi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hasyim Fuad mengingatkan bahwa Allah SWT juga telah menguji umat-umat terdahulu. Meski demikian, pertolongan Allah selalu hadir bagi orang-orang yang tetap beriman dan bersabar dalam menghadapi cobaan.

Menurutnya, ketika seseorang menghadapi persoalan hidup, tempat terbaik untuk bersandar dan memohon pertolongan hanyalah kepada Allah SWT. Berbagai masalah yang dihadapi manusia, baik yang ringan maupun berat, pada akhirnya dapat diselesaikan dengan pertolongan-Nya.

“Ketika seorang hamba mendapatkan ujian dari Allah SWT, maka tempat bersandar dan memohon pertolongan hanyalah kepada Allah SWT. Tidak ada yang mampu memberikan jalan keluar terbaik selain Allah SWT,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hasyim Fuad juga memaparkan empat langkah penting agar seseorang memperoleh pertolongan Allah SWT saat menghadapi ujian kehidupan. Pertama adalah ketakwaan. Menurutnya, apa pun persoalan yang dihadapi, jika dijalani dengan landasan ketakwaan, maka Allah SWT akan memberikan jalan keluar dan kemudahan.

“Ketakwaan menjadi fondasi utama. Apa pun masalah yang kita hadapi, jika dijalani dengan landasan ketakwaan kepada Allah SWT, maka Allah akan memberikan jalan keluar dan pertolongan,” katanya.

Langkah kedua adalah keikhlasan dan kesabaran. Ia menekankan bahwa menerima ketentuan Allah dengan ikhlas serta menjalani ujian dengan sabar akan mendatangkan rahmat dan pertolongan dari Allah SWT.

Ketiga adalah ikhtiar atau usaha. Menurutnya, doa harus diiringi dengan tindakan nyata sesuai kebutuhan masing-masing. Bagi para siswa, ikhtiar diwujudkan dengan belajar sungguh-sungguh, mempersiapkan diri menghadapi ujian, dan memanfaatkan waktu dengan baik untuk meningkatkan prestasi.

“Selain berdoa, seorang hamba juga harus berikhtiar. Bagi siswa yang menghadapi ujian semester, ikhtiarnya adalah belajar dengan sungguh-sungguh dan mempersiapkan diri sebaik mungkin,” tegasnya.

Sementara langkah keempat adalah menolong sesama. Ia mengingatkan bahwa salah satu sebab datangnya pertolongan Allah SWT adalah kesediaan seseorang membantu orang lain yang membutuhkan. Pesan tersebut diperkuat dengan hadis riwayat Muslim yang menyebutkan bahwa Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya.

“Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya. Karena itu, jangan pernah ragu untuk membantu teman, keluarga, maupun masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Pelaksanaan Sholat Jumat berlangsung khusyuk dan tertib. Guru, karyawan, serta siswa SMKN Jateng di Semarang mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh perhatian. Materi khotbah yang disampaikan dinilai relevan dengan kehidupan sehari-hari, terutama bagi para pelajar yang tengah menghadapi berbagai tantangan akademik maupun pembentukan karakter.

Menutup khotbahnya, Hasyim Fuad mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan setiap ujian kehidupan sebagai sarana meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan kepada Allah SWT. Ia berharap seluruh jamaah mampu menjalani setiap cobaan dengan penuh kesabaran, keikhlasan, dan usaha yang maksimal.

“Semoga setiap ujian yang kita hadapi dapat dijalani dengan penuh ketakwaan, kesabaran, keikhlasan, dan ikhtiar, sehingga kita termasuk hamba-hamba yang mendapatkan pertolongan serta ridha Allah SWT. Aamiin,” pungkasnya.

Melalui pesan-pesan yang disampaikan dalam khotbah tersebut, jamaah diajak untuk memandang ujian bukan sebagai beban, melainkan sebagai sarana pembelajaran dan peningkatan kualitas diri. Ketakwaan, kesabaran, keikhlasan, ikhtiar, serta kepedulian terhadap sesama menjadi bekal penting untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan sekaligus meraih pertolongan dan ridha Allah SWT.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan