Selasa, 02-06-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Tim SMKN Jateng Semarang Raih Juara 2 Nasional Himatesu Science Paper Competition 2026

Diterbitkan : - Kategori : Berita / Prestasi

SEMARANG — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMKN Jateng di Semarang di tingkat nasional. Dua siswa dari jurusan Teknik Konstruksi dan Perumahan (TKP), Wibi Leo Suryatama dan Harya Wijaya Wahyu Sinatria, berhasil meraih Juara 2 Himatesu Science Paper Competition Bidang Teknik Sipil Tingkat Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan Fakultas Teknik Universitas Bojonegoro Jawa Timur.

Kompetisi bergengsi tersebut berlangsung selama dua hari, yakni pada 30-31 Mei 2026, di Fakultas Teknik Universitas Bojonegoro dan diikuti oleh berbagai peserta dari sekolah dan perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia. Ajang ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menuangkan ide, inovasi, dan gagasan ilmiah dalam bidang teknik sipil dan pembangunan berkelanjutan.

Keberhasilan tim SMKN Jateng di Semarang tidak diraih secara instan. Prestasi tersebut lahir dari proses panjang pembinaan, pendampingan, serta kolaborasi yang kuat antara kepala sekolah, guru kompetensi keahlian, dan pembimbing lomba.

Dalam kompetisi tersebut, Wibi Leo Suryatama dan Harya Wijaya Wahyu Sinatria tampil meyakinkan melalui karya ilmiah yang mengangkat gagasan inovatif di bidang teknik sipil. Presentasi yang matang, kemampuan analisis yang baik, serta penguasaan materi menjadi nilai lebih yang mengantarkan keduanya meraih posisi terbaik kedua di tingkat nasional.

Guru pembimbing, Liliek Handoko, mengatakan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras siswa yang dilakukan secara konsisten sejak tahap persiapan hingga presentasi final lomba.

“Anak-anak menunjukkan semangat belajar dan riset yang luar biasa. Mereka mampu bekerja dalam tim, menyusun karya ilmiah dengan baik, serta mempertahankan gagasannya saat presentasi di depan dewan juri,” ujar Liliek Handoko.

Ia menjelaskan, selama proses pembimbingan, para siswa tidak hanya dilatih menyusun karya ilmiah, tetapi juga dibekali kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, hingga keterampilan komunikasi ilmiah.

Menurutnya, kompetisi ilmiah seperti Himatesu Science Paper Competition menjadi pengalaman penting bagi siswa sekolah kejuruan untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus mental kompetitif di tingkat nasional.

“Kompetisi ini bukan hanya tentang mencari juara, tetapi bagaimana siswa berani berpikir inovatif dan mampu menawarkan solusi terhadap persoalan nyata di masyarakat,” katanya.

Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi capaian yang diraih kedua siswanya tersebut. Ia menilai prestasi itu menjadi bukti bahwa siswa SMK mampu bersaing tidak hanya dalam keterampilan vokasi, tetapi juga dalam bidang riset dan karya ilmiah.

“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi sekolah sekaligus membuktikan bahwa siswa SMK memiliki kemampuan riset dan inovasi yang tidak kalah dengan sekolah lain. Kami sangat mengapresiasi kerja keras siswa, guru pembimbing, dan seluruh pihak yang terlibat,” ujar Ardan.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut sejalan dengan roadmap pengembangan sekolah yang ke depan akan diarahkan menjadi sekolah berbasis riset. Menurutnya, budaya penelitian dan inovasi harus mulai ditanamkan sejak dini kepada siswa agar mampu menjawab tantangan perkembangan dunia industri dan teknologi.

“Roadmap sekolah ke depan adalah membangun SMKN Jateng di Semarang berbasis riset. Hasil anak-anak yang berhasil meraih juara LKTI ini menjadi pemicu agar roadmap tersebut segera diwujudkan secara lebih konkret,” tegasnya.

Ardan juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung lahirnya prestasi. Ia menyebut keberhasilan tim SMKN Jateng di Semarang merupakan hasil sinergi antara kepala sekolah, guru kompetensi keahlian, pembimbing, dan siswa yang memiliki semangat belajar tinggi.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari pembimbingan yang kolaboratif. Semua bergerak bersama untuk mendampingi siswa agar mampu berkembang dan percaya diri menunjukkan kemampuan terbaiknya di tingkat nasional,” tambahnya.

Prestasi yang diraih Wibi Leo Suryatama dan Harya Wijaya Wahyu Sinatria diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus mengembangkan potensi diri, khususnya dalam bidang penelitian dan inovasi teknologi.

Selain membawa nama baik sekolah, capaian tersebut juga menjadi bukti bahwa sekolah kejuruan mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, inovatif, dan siap bersaing di era globalisasi.

Atmosfer akademik yang terus dibangun di lingkungan SMKN Jateng di Semarang diharapkan mampu melahirkan lebih banyak karya ilmiah dan inovasi dari para siswa. Dengan dukungan pembinaan yang berkelanjutan, sekolah optimistis dapat mencetak generasi unggul yang tidak hanya terampil secara vokasi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis dan berdaya saing tinggi.

Prestasi nasional yang diraih dalam Himatesu Science Paper Competition 2026 ini sekaligus mempertegas komitmen SMKN Jateng di Semarang dalam menciptakan budaya sekolah yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penguatan riset di kalangan peserta didik.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan