Jumat, 01-05-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Uji Coba Aplikasi SPMB di SMKN 10 Semarang Relatif Lancar

Diterbitkan : - Kategori : Berita / SPMB

SEMARANG-Rabu, 12 Maret 2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah kembali melaksanakan uji coba aplikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sebagai bagian dari persiapan untuk tahun pelajaran 2025/2026. Salah satu sekolah yang menjadi lokasi uji coba adalah SMK Negeri 10 Semarang, yang mengerahkan 15 rombongan belajar kelas X untuk mengikuti simulasi ini. Pelaksanaan uji coba ini berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB, dengan dukungan penuh dari tim operator, guru pendamping, serta pengawasan langsung oleh Kepala SMKN 10 Semarang dan Ketua Panitia SPMB.

Uji coba aplikasi SPMB bertujuan untuk mematangkan sistem yang akan digunakan dalam proses penerimaan murid baru mendatang. Di SMKN 10 Semarang, simulasi ini melibatkan 15 operator, 30 guru pendamping, serta dua laboratorium komputer yang disiapkan untuk menunjang kelancaran kegiatan. Seluruh siswa kelas X terlibat aktif dalam setiap tahapan simulasi, mulai dari pendaftaran akun murid, verifikasi, aktivasi, pemilihan sekolah, hingga daftar ulang.

Admin uji coba aplikasi SPMB SMKN 10 Semarang, Anis Indri Hastuti, menyampaikan bahwa secara keseluruhan, simulasi massal kedua ini berjalan lancar. “Untuk pelaksanaan simulasi massal SPMB hari ini berjalan dengan lancar. Semua tahapan dapat dilaksanakan, mulai dari pendaftaran akun murid, verifikasi, aktivasi, daftar sekolah, hingga daftar ulang,” ungkapnya. Namun, Anis juga mengakui adanya kendala teknis yang dialami sebagian siswa. “Tidak semua murid bisa melakukan aktivasi karena terkendala loading yang lama. Kami hanya bisa meminta mereka bersabar dengan pesan ‘Mohon tunggu’,” tambahnya.

Berdasarkan pantauan, sebanyak 116.428 siswa SMK Se-Jawa Tengah berhasil melakukan pengajuan akun, 81.123 di antaranya berhasil diverifikasi, dan 69.125 siswa berhasil melakukan aktivasi akun. Angka ini menunjukkan tingkat partisipasi yang cukup tinggi, meskipun masih ada beberapa kendala teknis yang perlu diperbaiki.

Operator di ruang kelas, Susanti, memberikan tanggapan positif terkait pelaksanaan uji coba kali ini. “Kegiatan uji coba SPMB kali ini berjalan relatif lancar, tidak seperti simulasi sebelumnya. Kecepatan akses web SPMB pun cukup memadai,” katanya. Meski demikian, Susanti berharap agar sistem aplikasi terus diperbaiki agar pada pelaksanaan SPMB 2025 nanti tidak ada kendala berarti. “Saya harap web terus dapat disempurnakan sehingga proses penerimaan murid baru dapat berjalan tanpa hambatan,” ujarnya.

Keberhasilan simulasi ini juga tidak lepas dari peran guru pendamping yang sigap membantu siswa. Meilia Zahra, salah satu siswa dari kelas X TKR 3, mengungkapkan bahwa simulasi SPMB kedua ini terasa lebih menyenangkan dibandingkan dengan simulasi sebelumnya. “Simulasi SPMB kali ini berjalan lebih lancar. Kami juga sangat terbantu dengan arahan dan bantuan teknis dari operator dan guru pendamping, sehingga kami bisa memahami alur aplikasi dengan lebih baik,” tuturnya dengan nada antusias.

Anis Indri Hastuti menambahkan bahwa seluruh saran dan masukan terkait pelaksanaan uji coba aplikasi SPMB telah dilaporkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah melalui form online yang tersedia. “Kami telah mengumpulkan berbagai masukan dari siswa, operator, dan guru pendamping untuk kemudian disampaikan kepada dinas agar sistem ini dapat disempurnakan,” jelasnya.

Pelaporan ini mencakup berbagai aspek, termasuk kendala teknis yang dialami selama simulasi, seperti lamanya proses loading saat aktivasi akun. Masukan-masukan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan lebih lanjut agar aplikasi SPMB dapat berfungsi secara optimal saat digunakan dalam pelaksanaan resmi nanti.

Kepala SMKN 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan uji coba ini. “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada panitia, operator, dan guru pendamping atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam mendukung kesuksesan uji coba aplikasi SPMB ini,” ujarnya. “Mari kita terus mendukung penyempurnaan aplikasi ini agar dapat memberikan layanan terbaik bagi siswa dan orang tua pada pelaksanaan SPMB mendatang,” tambahnya.

Ardan juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan dinas pendidikan dalam memastikan keberhasilan sistem ini. “Kerjasama yang baik antara sekolah, operator, dan dinas pendidikan dan kebudayaan adalah kunci utama untuk menciptakan sistem penerimaan murid baru yang mumpuni,” tegasnya.

Pelaksanaan uji coba aplikasi SPMB di SMKN 10 Semarang ini menjadi langkah penting dalam mempersiapkan sistem penerimaan murid baru yang lebih baik. Dengan melibatkan siswa, operator, dan guru pendamping, sekolah ini berhasil mengidentifikasi berbagai kendala yang perlu diperbaiki sebelum pelaksanaan resmi.

Uji coba aplikasi SPMB di SMKN 10 Semarang hari ini merupakan bukti nyata komitmen sekolah dan dinas pendidikan dalam mempersiapkan sistem penerimaan murid baru yang optimal. Dengan melibatkan siswa, operator, dan guru pendamping, simulasi ini berhasil mengidentifikasi berbagai kendala teknis yang perlu diperbaiki sebelum pelaksanaan resmi.

Seperti yang disampaikan Ardan Sirodjuddin, “Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mendukung kesempurnaan aplikasi SPMB ini. Mari kita bekerja sama demi masa depan pendidikan yang lebih baik.”

Melalui upaya kolektif ini, diharapkan sistem SPMB dapat berfungsi secara maksimal, memberikan layanan terbaik bagi siswa dan orang tua, serta mendukung terwujudnya proses penerimaan murid baru yang transparan, adil, dan efisien.

1 Komentar

Anis Indri
Rabu, 12 Mar 2025

Semoga aplikasi SPMB 2025 dapat digunakan secara maksimal di penerimaan murid baru tahun 2025.
Ikut mendukung Suksesnya SPMB Jateng 2025

Balas

Beri Komentar

Tinggalkan Balasan ke Anis Indri Batalkan balasan