JAKARTA-Hari Rabu, 19 Maret 2025, menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan vokasi di Indonesia. Melalui channel YouTube Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), digelar webinar sosialisasi pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) SMK tahun 2025 dalam program SIGAP (Sinergi, Integrasi, Dan Akselerasi Penguatan Mutu SMK). Acara ini dibuka pada pukul 08.00 WIB dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk kepala sekolah, operator DAPODIK, serta perwakilan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Dalam sambutannya, Ari Wibowo Kurniawan, Direktur Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan vokasi di Indonesia. “Kami Direktorat SMK ingin memastikan bahwa SMK kita mendapat bantuan yang tepat guna dan tepat sasaran,” katanya. Ia juga menyampaikan bahwa program revitalisasi SMK menjadi salah satu prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, dengan fokus utama pada peningkatan kualitas sarana prasarana, pembangunan satuan pendidikan baru, serta pelatihan guru.
Ari Wibowo menjelaskan bahwa anggaran untuk SMK sangat besar, dengan lebih dari 90% dialokasikan langsung untuk kebutuhan sekolah. “Anggaran kita hampir lebih dari 90% itu semuanya untuk sekolah,” ujarnya. Dana tersebut mencakup rehabilitasi gedung, pembangunan fasilitas baru, hingga pengadaan alat-alat praktik. Namun, Ari menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada data yang akurat. “Data Dapodik adalah satu-satunya sumber data yang digunakan untuk perencanaan anggaran,” katanya.
Ia juga menambahkan harapannya agar SMK dapat menjadi tulang punggung pendidikan vokasi yang mampu mencetak generasi unggul, berbudi pekerti luhur, dan siap bersaing di era global. “Dengan data yang akurat dan perencanaan yang matang, kita yakin SMK bisa menjadi lembaga pendidikan yang mampu menjawab tantangan masa depan,” pungkasnya.
Senada dengan Ari Wibowo, Vivi Andriani, ST., M.Sc, Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, menegaskan pentingnya Data Dapodik sebagai basis perencanaan anggaran pendidikan. “Data Dapodik merupakan satu-satunya sumber data yang digunakan untuk perencanaan DAK maupun revitalisasi,” ujarnya.
Namun, Vivi mengungkapkan tantangan besar dalam pemutakhiran data. “Dari 845 SMK, hanya 216 yang telah mengupdate data dengan baik. Ini menjadi PR besar kita bersama,” katanya. Ia menekankan bahwa rendahnya tingkat pemutakhiran data menjadi kendala utama dalam pelaksanaan program revitalisasi SMK. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak untuk bekerja sama demi memastikan keakuratan data.
Heri Wijayanto, ST, MT, narasumber dari Direktorat Jenderal Strategis Prasarana Kementerian Pekerjaan Umum (PU), menjelaskan sistem penilaian kerusakan sekolah yang menjadi dasar perencanaan rehabilitasi atau pembangunan prasarana sekolah. “Saya akan menjelaskan terkait dengan sistem penilaian kerusakan sekolah, yang waktu itu disepakati juga dari Kemendikbud,” ujarnya.
Heri menekankan pentingnya sinkronisasi data dari tingkat sekolah hingga penyusunan Rencana Kerja (RK). “Proses sinkronisasi sampai ke penyusunan RK salah satunya juga untuk terus-menerus melakukan konfirmasi data-data, intinya satuan pendidikannya betul atau tidak,” katanya. Sinkronisasi ini diperlukan untuk memastikan bahwa data yang digunakan dalam perencanaan benar-benar valid dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Namun, Heri juga mengungkapkan adanya kendala dalam pelaksanaan anggaran. “Kalau Bendanya saja tidak ada, harusnya bangun gitu ya. Oleh karena itu, proses sinkronisasi sampai ke penyusunan RK salah satunya juga untuk terus-menerus melakukan konfirmasi,” katanya. Hal ini menunjukkan pentingnya koordinasi antara pusat, daerah, dan sekolah untuk memastikan pelaksanaan anggaran berjalan lancar.
Ismail Yusuf, S.Kom, MTI, narasumber dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), menjelaskan tugas utama Pusdatin dalam mengumpulkan, memeriksa kesesuaian, dan mengelola data yang disampaikan oleh produsen data. “Tugas dari pusdatin adalah mengumpulkan, memeriksa kesesuaian data, dan mengelola data yang disampaikan oleh produsen data sesuai dengan prinsip penyelenggaraan,” katanya.
Ismail menyoroti pentingnya proses verifikasi dan validasi data (verval) untuk memastikan keakuratan data. “Di sini adalah tugas dari pusdatin untuk bisa memastikan kesesuaian datanya dan juga mengolah data, termasuk backup dan penyimpanan sampai data itu disajikan,” katanya. Selain itu, Pusdatin juga bertanggung jawab menyebarluaskan metadata, kode referensi, dan data induk melalui portal 1 Data Indonesia.
“Referensi data sarana dan prasarana ini menjadi dasar untuk pendataan di Dapodik, seperti informasi ruangan yang melekat pada bangunan tertentu,” jelas Ismail. Ia juga menyoroti bahwa data dalam Dapodik bersifat relasional, artinya setiap entitas data saling terhubung. “Data ini bersifat relasional, artinya ketika mendata suatu ruang, informasi ruangan tersebut pasti melekat pada bangunan tertentu,” tambahnya.
Doni, narasumber dari Tim Dapodik Direktorat PAUD, Dikdasmen, membahas tentang sistem Dapodik dan perubahan terkait sarana dan prasarana. “Perubahan Sarpras di Dapodik tidak terlalu banyak, sama saja seperti tahun-tahun sebelumnya, hanya saja mungkin ada polemik di daerah,” katanya.
Doni menekankan pentingnya input data sarana dan prasarana secara benar dan lengkap. “Pastikan semua dokumen yang diupload sudah lengkap dan sesuai persyaratan. Jika ada ketidaksesuaian, data akan dikembalikan ke sekolah untuk diperbaiki,” katanya. Ia juga menyoroti masih banyaknya sekolah yang belum melakukan pemutakhiran data secara benar. “Ini menjadi PR besar kita bersama,” tambahnya.
Kepala SMKN 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, menyampaikan apresiasi dan antusiasme tinggi terkait webinar yang diselenggarakan oleh Direktorat SMK terkait pemutakhiran data sarana prasarana (sarpras) melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Menurutnya, kegiatan ini memberikan banyak pencerahan kepada sekolah-sekolah tentang pentingnya update data sarpras dalam mendukung program revitalisasi SMK.

Beri Komentar