DEMAK-Masih dalam serangkaian pertandingan di POPDA Jateng 2025, prestasi luar biasa kembali ditorehkan siswa KKO SMAN 3 Demak. Suasana semangat membara terlihat di Gedung KORPRI, Jalan Veteran, Semarang, 17–18 Juni 2025, ketika para atlet judo bertarung dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Tengah 2025. Salah satu bintang muda yang mencuri perhatian adalah Amilia Widia Sari, pelajar SMAN 3 Demak yang sekarang duduk di kelas XII KKO, berhasil meraih medali perunggu di cabang olahraga judo.
Meski baru menjalani latihan judo selama tiga bulan, Amilia menunjukkan tekad dan semangat juang luar biasa. Latihan intensif dilakukannya jelang digelarnya POPDA Jateng, menjadi modal kuat baginya menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai kabupaten di Jawa Tengah.
“Awalnya deg-degan, tapi saya selalu berdoa, yakin dengan teknik yang diberikan pelatih, dan berusaha percaya diri,” ujar Amilia dengan mata berbinar. “Alhamdulillah, bisa membawa nama harum SMAN 3 Demak dan Kabupaten Demak.”
Persiapan Amilia tidak main-main. Setiap hari, ia berlatih dengan penuh disiplin bersama atlet judo Kabupaten Demak lainnya. Latihan meliputi teknik kuncian, lemparan, hingga strategi bertanding, sambil selalu menanamkan mental positif untuk tetap tenang di atas matras.
Teman-teman sekelasnya pun ikut berbagi kebanggaan. “Kami semua senang banget dan bangga dengan Amilia. Semangatnya bikin kami juga termotivasi buat aktif di olahraga,” ujar salah satu teman dekatnya.
Pembina KKO memberikan pandangan lebih mendalam mengenai prestasi ini. “Amilia baru tiga bulan menekuni judo, tapi ia memiliki mental juara yang luar biasa. Kuncinya adalah konsistensi, kesungguhan dalam latihan, dan kemampuan untuk tetap tenang menghadapi tekanan. Banyak atlet muda yang mudah putus asa ketika menghadapi lawan yang lebih berpengalaman, tapi Amilia menunjukkan keberanian yang luar biasa,” ungkapnya.
Pelatihnya menyatakan, “Kami selalu menekankan bahwa judo bukan hanya soal teknik fisik, tetapi juga strategi, disiplin, dan mental yang kuat. Amilia mampu memadukan semuanya. Ia belajar dengan cepat, menerima arahan dengan baik, dan selalu berusaha memperbaiki setiap kesalahan. Melihat perkembangan seperti ini, saya yakin Amilia masih bisa meraih prestasi lebih tinggi lagi di masa depan.”
Prestasi ini bukan hanya soal medali, tetapi juga pengalaman dan pembelajaran penting bagi seorang pelajar. Amilia sendiri bercita-cita menjadi seorang guru, dan keberhasilannya di bidang olahraga sekaligus mengajarkan tentang disiplin, kerja keras, dan percaya pada diri sendiri.
Plt Kepala SMAN 3 Demak menyampaikan rasa bangganya: “Amilia telah menunjukkan bahwa dengan tekad dan latihan yang konsisten, siswa kita mampu bersaing di tingkat provinsi. Prestasi ini semoga menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus mengasah bakat dan meraih prestasi, baik di bidang akademik maupun olahraga.”
Dengan pencapaian ini, Amilia tidak hanya menorehkan medali untuk Kabupaten Demak, tetapi juga menjadi inspirasi bagi teman-teman seusianya untuk berani mencoba hal baru dan tidak takut untuk berjuang demi prestasi.
Dari matras latihan yang penuh keringat hingga podium kemenangan, kisah Amilia Widia Sari membuktikan satu hal, bahwa semangat, doa, dan percaya diri bisa menaklukkan tantangan, meski waktu persiapan singkat sekalipun.
Penulis : Khilyatul Khoiriyah, Guru SMA Negeri 3 Demak

Beri Komentar