PURWOKERTO-Bedah Materi Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika digelar serentak pada Sabtu, 15 November 2025, mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai. Kegiatan yang melibatkan guru-guru kelas IX dari SMP Negeri dan Swasta se-Kabupaten Banyumas ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda. Bedah materi Bahasa Indonesia berlangsung di SMP Negeri 2 Purwokerto, sementara bedah materi Matematika dipusatkan di SMP Negeri 9 Purwokerto. Kedua kegiatan ini digelar sebagai upaya penguatan kapasitas guru dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi Tes Kemampuan Akademik yang mulai diberlakukan sebagai salah satu bentuk penilaian standar daerah.
Acara pembukaan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Drs. Joko Wiyono, M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keberadaan ujian seperti TKA merupakan kebutuhan mendasar untuk memastikan kesiapan kompetensi siswa sebelum meninggalkan jenjang SMP. Ia menekankan bahwa perubahan nama dan bentuk ujian selama bertahun-tahun—mulai dari Ebtanas, UN, ANBK, AKM, hingga TKA—tidak mengubah esensi utama penilaian yang tetap berfokus pada mutu pendidikan. “Apa pun namanya, ujian selalu menjadi bagian penting untuk memetakan kemampuan siswa. TKA bukan hanya tanggung jawab guru Matematika kelas IX, tetapi tanggung jawab seluruh stakeholder di sekolah,” ujar Joko Wiyono.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa TKA Matematika memiliki tujuan utama untuk mengukur kemampuan siswa secara objektif dalam memahami konsep, prinsip, prosedur, serta kemampuan pemecahan masalah. Penilaian ini sekaligus menjadi alat pemetaan akademik yang adil dan terstandar, menyetarakan capaian antara pendidikan formal dan nonformal, serta menjadi pertimbangan seleksi pada jenjang pendidikan berikutnya. Selain TKA Bahasa Indonesia dan Matematika, siswa juga akan menghadapi Tes Kemampuan Sekolah (TKS) yang mencakup mata pelajaran Bahasa Inggris dan IPA sebagai bagian dari keseluruhan sistem evaluasi.
Pada sesi bedah materi Matematika, kegiatan menghadirkan narasumber utama, Dr. Miftahudin, S.Pd., M.Si., Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kota Semarang sekaligus penulis buku SIAP TKA terbitan Erlangga. Dalam penyampaiannya, ia mengurai struktur materi TKA Matematika SMP yang terdiri atas empat elemen besar: Bilangan, Aljabar, Geometri dan Pengukuran, serta Data dan Peluang. “Materi TKA mencakup operasi bilangan, persamaan dan pertidaksamaan linear, barisan dan deret, bangun datar dan bangun ruang, serta statistika dan peluang. Sederhananya, TKA merupakan perpaduan antara model UN dan AKM,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa bentuk soal TKA tidak lagi terpaku pada pilihan ganda tunggal, tetapi juga menggunakan bentuk Multiple Choice Multiple Answer (MCMA) atau pilihan ganda kompleks yang memungkinkan lebih dari satu jawaban benar. “Jumlah soal TKA adalah 30, terdiri dari 15 soal daerah dan 15 soal pusat. Untuk soal daerah, delapan disusun oleh Kabupaten Banyumas dan tujuh berasal dari kabupaten/kota lain se-Jawa Tengah,” katanya. Buku SIAP TKA yang ia susun bahkan menyediakan tujuh paket try out yang terdiri atas empat soal latihan offline dan tiga soal tambahan yang dapat diakses melalui pemindaian barcode.
Dr. Miftahudin juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan TKA membawa tagline umum “Jujur dan Gembira”, sebuah pesan yang menekankan pentingnya integritas, kepercayaan diri, dan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa. “TKA bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Kita ingin penilaian yang dilakukan secara jujur, dilalui dengan gembira, dan mencerminkan kemampuan asli siswa,” ungkapnya.
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Diskusi berlangsung interaktif, terutama ketika narasumber mengajak guru menganalisis variasi soal yang berpotensi muncul pada pelaksanaan TKA nanti. Guru diberi pemahaman tidak hanya tentang materi, tetapi juga pola pikir yang harus dibangun agar dapat mengarahkan siswa menghadapi soal-soal literasi numerasi tingkat menengah.
Salah seorang guru kelas IX yang mengikuti kegiatan ini mengungkapkan manfaat besar yang ia peroleh dari bedah materi tersebut. “Bagi saya, kegiatan ini sangat membantu untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang materi yang diujikan. Melalui bedah materi TKA, saya bisa memahami fokus materi Matematika serta strategi efektif dalam pengerjaan soal,” ujarnya.
Pelaksanaan bedah materi TKA ini diharapkan mampu menjadi bekal bagi para guru untuk menyusun strategi pembelajaran yang lebih tepat sasaran. Dengan meningkatnya pemahaman guru terhadap karakteristik TKA, sekolah-sekolah di Banyumas diharapkan mampu mempersiapkan siswa secara lebih optimal. Pada akhirnya, kegiatan ini tidak hanya memperkuat kompetensi guru, tetapi juga menjadi langkah strategis menuju peningkatan kualitas pendidikan di tingkat kabupaten.
Kontributor : Humas SMP Negeri 3 Pekuncen

Selamat Bu Yeni, sukses selalu tulisannya
Beri Komentar