Jumat, 19-06-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Bedah Materi TKA Matematika dan Bahasa Indonesia Digelar di SMP Negeri 2 Purwokerto

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Kegiatan Bedah Materi Tes Kemampuan Akademik (TKA) Mapel Bahasa Indonesia dan Matematika digelar pada Sabtu, 15 November 2025, di SMP Negeri 2 Purwokerto. Acara ini diikuti oleh seluruh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dari SMP negeri maupun swasta se-Kabupaten Banyumas. Kehadiran para pendidik dari berbagai sekolah menunjukkan tingginya antusiasme terhadap upaya peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi dinamika asesmen di tingkat sekolah.

Kegiatan resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Joko Wisyono, M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa TKA memiliki peran penting dalam mengembalikan esensi pendidikan sebagai proses pembentukan ilmu dan karakter, bukan sekadar penyampaian pengetahuan semata. “TKA ini bagian dari upaya kita mengembalikan marwah bahwa sekolah adalah lembaga yang tidak hanya transfer knowledge tetapi juga transfer of value kepada anak. TKA bertujuan memberi spirit pada siswa sekaligus memperkuat kompetensi kognitif guru agar lebih adaptif,” ujarnya.

Ia juga menekankan alasan TKA mengutamakan dua mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika. “Mengapa dua mata pelajaran ini? Karena pohon ilmu itu berakar pada baca, tulis, dan berhitung atau calistung. TKA fokus pada dua mapel ini, sementara IPA dan IPS nantinya akan diarahkan menjadi TKS, Tes Kompetensi Sekolah,” tambah Joko Wisyono dalam sambutannya.

Sebagai narasumber utama, Dra. Irene Susida Wibawanti, M.Pd., dari Semarang, hadir memberikan pemaparan komprehensif terkait kisi-kisi, struktur, dan contoh soal Tes Kemampuan Akademik. Didatangkan oleh penerbit Erlangga dari Jogjakarta, Irene menjelaskan sejumlah bentuk soal yang berorientasi pada pengukuran kemampuan analitis, literasi dasar, serta kemampuan berpikir tingkat tinggi. Ia menegaskan pentingnya guru memahami karakter soal agar mampu menyiapkan pembelajaran yang tepat sasaran. “Guru perlu melihat pola soal, arah kompetensi, dan tujuan pengukuran. Dengan begitu, pembelajaran tidak hanya mengejar materi, tetapi juga melatih cara berpikir siswa,” jelasnya dalam sesi presentasi.

Kegiatan berlangsung interaktif, terutama ketika para guru diberikan kesempatan mengulas contoh soal dan mendiskusikan strategi pembelajaran yang relevan. Para peserta terlihat aktif mengajukan pertanyaan terkait penyusunan soal, pemetaan kompetensi, hingga teknik penyederhanaan konsep agar lebih mudah dipahami oleh siswa di kelas.

Kepala SMPN 3 Pekuncen, Esti Purwaningsih, memberikan tanggapan positif atas pelaksanaan kegiatan ini. Ia menilai bahwa TKA, khususnya di mata pelajaran Bahasa Indonesia, memiliki dampak signifikan terhadap penguatan pola pikir siswa. “Tes Kemampuan Akademik di tingkat sekolah dapat menjadi alat penting untuk mengukur kemampuan berpikir kritis dan pemahaman siswa secara lebih komprehensif. Dengan adanya bedah materi seperti ini, guru jadi lebih siap dalam menilai kemampuan yang sesungguhnya,” ungkapnya.

Kegiatan Bedah Materi TKA ini diharapkan mampu memberikan bekal bagi para guru dalam meningkatkan kualitas asesmen di sekolah sekaligus memperkuat proses pembelajaran agar lebih relevan dengan tuntutan kompetensi abad 21. Para peserta pulang dengan wawasan baru dan pemahaman yang lebih matang mengenai arah pengembangan TKA di Kabupaten Banyumas. Semangat kolaboratif antara pemangku kebijakan, narasumber, dan para pendidik tampak menjadi fondasi penting untuk meningkatkan mutu pendidikan di tingkat SMP.

Kontributor : Humas SMPN 3 Pekuncen

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan