Jumat, 19-06-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Bunka shoukai di SMKN 10 Semarang: Reiko Sensei Perkenalkan Budaya Masak Kare Jepang

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang, 4 November 2025 — Suasana Aula SMKN 10 Semarang pada Selasa pagi tampak ramai dan penuh semangat. Pukul 09.30 WIB, kegiatan Bunka shoukai atau pengenalan budaya Jepang dilaksanakan dengan tema “Memasak Kare Jepang” bersama Okubo Reiko Sensei dan Guru Bahasa Jepang, Nur Kholifah, S.S.

Kegiatan ini diikuti oleh para ibu guru SMKN 10 Semarang. Tidak hanya praktik memasak, acara juga diawali dengan presentasi PowerPoint oleh Reiko Sensei yang menjelaskan tentang sejarah dan karakteristik kare (kari Jepang). Dalam presentasi tersebut dijelaskan bahwa kare raisu atau nasi kari merupakan salah satu makanan paling populer di Jepang dan menempati posisi ketiga sebagai makanan favorit setelah sushi dan yakiniku.

Reiko Sensei juga memaparkan bahan utama yang digunakan dalam pembuatan kari Jepang, yaitu daging (biasanya ayam atau sapi), kentang, wortel, dan bawang bombai. Semua bahan tersebut dimasak bersama bumbu kari instan (curry roux) yang memberikan cita rasa khas Jepang.

Setelah penjelasan teori, Reiko Sensei memperagakan secara langsung cara membuat kari Jepang di hadapan para guru. Beliau menunjukkan langkah demi langkah mulai dari menumis bahan, menambahkan air, hingga mencampurkan roux kari ke dalam masakan. Para guru tampak antusias menyimak dan sesekali membantu menyiapkan bahan sambil berdiskusi ringan tentang bumbu kari Jepang.

Aroma khas kari pun memenuhi aula, menciptakan suasana yang hangat dan penuh semangat. Melihat antusiasme para guru, Reiko Sensei tampak sangat senang. “みんなカレーがすきで、よかったです!” (Minna karē ga suki de, yokatta desu! / “Saya senang semua menyukai kare.”), ujarnya sambil tersenyum.

Pada akhir kegiatan, para peserta berkesempatan mencicipi hasil masakan Reiko Sensei. Semua guru terlihat menikmati cita rasa kari Jepang yang lezat dan unik.

Kegiatan Bunka shoukai ini tidak hanya memperkenalkan budaya kuliner Jepang secara langsung, tetapi juga mempererat hubungan antara guru SMKN 10 Semarang dengan native speaker Jepang yang saat ini bertugas di sekolah.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan