Jumat, 19-06-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Guru Bahasa Jepang SMKN 10 Semarang Ikuti Pelatihan di Jepang

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang, 2 November 2025 — Guru bahasa Jepang SMK Negeri 10 Semarang, Nur Kholifah, S.S., berhasil menyelesaikan program pelatihan guru bahasa Jepang di Jepang yang dilaksanakan pada 7 hingga 21 Oktober 2025. Pelatihan ini berlangsung di dua kota, yakni Oita dan Urawa, serta diikuti oleh 26 guru bahasa Jepang dari berbagai daerah di Indonesia.

Selama dua minggu, para peserta mendapatkan berbagai materi pengembangan kompetensi pengajaran bahasa Jepang. Salah satu fokus utama pelatihan ini adalah metode Team Teaching Sankaku, yaitu model pembelajaran yang melibatkan tiga pihak dalam proses belajar-mengajar: Counterpartner (CP), Nihongo Partner (NP), dan siswa. Melalui kolaborasi tiga unsur ini, diharapkan pembelajaran menjadi lebih dinamis, interaktif, dan efektif.

“Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada team teaching, tetapi juga mengajarkan tentang pengelolaan proyek pembelajaran serta memperdalam pemahaman terhadap budaya Jepang. Kami mendapat kesempatan belajar langsung di dalam kelas maupun melalui pengalaman di luar kelas,” ujar Nur Kholifah.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan berharga untuk bertukar pengalaman dengan guru-guru bahasa Jepang dari berbagai daerah. “Saya merasa sangat senang bisa berinteraksi dengan sesama guru bahasa Jepang dari seluruh Indonesia. Kami saling berbagi ide dan pengalaman yang sangat bermanfaat untuk diterapkan di sekolah masing-masing,” ungkapnya.

Selain pembelajaran akademik, pelatihan ini juga memberikan pengalaman budaya yang mendalam. Salah satu hal yang menarik bagi Nur Kholifah adalah bagaimana masyarakat Jepang sangat menjaga privasi di lingkungan sekolah. Saat kunjungan ke salah satu SMA di Oita, para peserta tidak diperbolehkan memotret kegiatan di dalam kelas. Menurutnya, hal ini mencerminkan budaya Jepang yang sangat menghormati orang lain (他人を尊重する文化 / tanin o sonchō suru bunka). Mengambil foto tanpa izin dianggap tidak sopan karena dapat membuat orang merasa tidak nyaman atau terekspos tanpa persetujuan.

Dengan berakhirnya program ini, Nur Kholifah berharap dapat menerapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Jepang di SMKN 10 Semarang. “Saya merasa sangat beruntung bisa mengikuti program ini dan berharap suatu saat nanti mendapat kesempatan kembali untuk memperdalam pengetahuan di Jepang,” tutupnya dengan penuh semangat.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan