Selasa, 23-06-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Guru SMKN Jateng di Semarang Ikuti Pelatihan Vokasi Daring Angkatan 3, BBPPMPV BMTI Dorong Kompetensi Pendidik Hadapi Transformasi Industri

Diterbitkan : - Kategori : Balai Besar / Berita

BANDUNG-Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI) resmi membuka kegiatan Program Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vokasi melalui Moda Daring Terbimbing Angkatan 3 pada Kamis, 18 Juni 2026. Program yang dilaksanakan secara daring hingga 30 Juni 2026 ini menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pendidikan vokasi agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia industri.

Pembukaan kegiatan berlangsung mulai pukul 07.30 WIB melalui aplikasi Zoom dan dibuka secara resmi oleh Kepala BBPPMPV BMTI, Dr. Baharudin, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendidikan vokasi memegang peran penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), terutama di tengah pesatnya transformasi digital saat ini.

“Pendidikan vokasi harus mampu bergerak cepat mengikuti perubahan zaman. Guru dan tenaga kependidikan tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga harus terus meningkatkan kompetensi agar pembelajaran yang diberikan relevan dengan kebutuhan industri saat ini maupun masa depan,” ujar Dr. Baharudin saat membuka kegiatan.

Ia menjelaskan, model pelatihan daring terbimbing dipilih karena dinilai mampu menjawab tantangan pembelajaran vokasi di era digital. Meski dilaksanakan secara daring, pelatihan tetap mengedepankan interaksi aktif antara peserta dengan fasilitator melalui diskusi terstruktur, penugasan praktik, umpan balik berkala, hingga monitoring perkembangan peserta selama pelatihan berlangsung.

Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi solusi atas kebutuhan pelatihan vokasi yang selama ini identik dengan praktik langsung dan pendampingan intensif. Dengan kombinasi pembelajaran digital dan bimbingan aktif, peserta diharapkan tetap dapat memperoleh pengalaman belajar yang komprehensif dan aplikatif.

“Melalui pelatihan daring terbimbing, kami ingin memastikan bahwa kualitas pembelajaran tetap terjaga. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mendapatkan pendampingan agar kompetensi yang ditargetkan benar-benar tercapai,” katanya.

Program angkatan ketiga ini diikuti oleh 251 guru dari berbagai daerah di Indonesia. Para peserta terbagi dalam tujuh bidang pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan kompetensi vokasi masa kini. Pelatihan Matematika Kejuruan diikuti 48 peserta, Pelatihan Pemrograman Kecerdasan Artifisial menggunakan Python sebanyak 40 peserta, Pelatihan Produksi Film Cinematik Berbasis AI sebanyak 40 peserta, Pelatihan Dasar Pengelasan sebanyak 23 peserta, Pelatihan Dasar Mobil Listrik sebanyak 40 peserta, Pelatihan Sistem Electronic Fuel Injection Gasoline Engine sebanyak 40 peserta, serta Pelatihan Desain Gambar Manufaktur dengan CAD yang diikuti 20 peserta.

Beragam tema pelatihan tersebut menunjukkan semakin luasnya spektrum kompetensi yang harus dimiliki tenaga pendidik vokasi. Tidak hanya pada bidang-bidang konvensional seperti pengelasan dan manufaktur, pendidikan vokasi kini juga dituntut mampu mengintegrasikan teknologi mutakhir seperti kecerdasan artifisial, digitalisasi pembelajaran, hingga penguasaan teknologi kendaraan listrik.

Salah satu fokus utama program ini adalah Pelatihan Matematika Kejuruan, yang dirancang untuk memperkuat kompetensi pedagogik guru sekaligus meningkatkan relevansi pembelajaran matematika dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif, membangun mindset kerja yang progresif, merancang pembelajaran berbasis pendekatan pembelajaran mendalam, serta memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran.

Selain itu, peserta juga diharapkan dapat mengimplementasikan struktur pengetahuan matematika SMK yang selaras dengan kebutuhan industri, menggunakan kurikulum yang relevan dengan perkembangan dunia kerja, serta menerapkan asesmen yang berpusat pada peserta didik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Pendekatan tersebut dinilai penting mengingat matematika di sekolah kejuruan tidak lagi sekadar berorientasi pada penguasaan rumus, melainkan harus mampu menjawab kebutuhan praktik di lapangan kerja. Pembelajaran yang kontekstual menjadi kunci agar siswa dapat memahami keterkaitan antara teori matematika dengan dunia industri yang sesungguhnya.

Salah satu peserta pelatihan, Anggia Dwi Andini dari SMKN Jateng di Semarang, mengaku antusias mengikuti program tersebut. Sebagai peserta Pelatihan Matematika Kejuruan, ia berharap kegiatan ini mampu memberikan perspektif baru dalam proses pembelajaran yang selama ini ia lakukan.

“Setelah mengikuti pembukaan kegiatan pelatihan, saya merasa termotivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan kualitas pembelajaran yang saya lakukan,” ujar Anggia.

Ia menambahkan, tantangan mengajarkan matematika di sekolah kejuruan menuntut guru untuk terus berinovasi agar materi dapat dipahami secara lebih aplikatif oleh peserta didik.

“Saya sebagai peserta Pelatihan Matematika Kejuruan berharap pelatihan ini dapat memberikan wawasan dan pengalaman baru dalam mengajarkan matematika yang lebih kontekstual, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan kejuruan dan dunia kerja,” katanya.

Lebih lanjut, Anggia berharap ilmu yang diperoleh selama mengikuti pelatihan dapat memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi dirinya sebagai pendidik tetapi juga bagi kualitas pembelajaran di sekolah.

“Saya berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kompetensi peserta didik dan kualitas pendidikan di SMK,” tuturnya.

Melalui penyelenggaraan Program Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vokasi melalui Moda Daring Terbimbing Angkatan 3 ini, BBPPMPV BMTI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas pendidik vokasi Indonesia. Di tengah derasnya arus digitalisasi dan transformasi industri, peningkatan kompetensi guru menjadi faktor kunci dalam mencetak lulusan vokasi yang unggul, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan