UNGARAN-Kegiatan pendidikan di sekolah tidak hanya berlangsung di dalam kelas melalui proses intrakurikuler, tetapi juga perlu diperkuat dengan pengalaman nyata yang lebih kontekstual. Hal inilah yang menjadi dasar pelaksanaan Kokurikuler Lintas Mapel sebagai aplikasi teori dan praktik di SMP Negeri 5 Ungaran. Kegiatan yang berlangsung pada 15 hingga 20 September 2025 tersebut dirancang untuk memperkuat, memperdalam, sekaligus memperkaya materi yang sudah dipelajari siswa di kelas, sekaligus membentuk karakter yang utuh sesuai Profil Pelajar Pancasila.
Menurut Kuswahyu W, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Ungaran, kokurikuler memiliki perbedaan mendasar dengan Projek Penguatan Profil (P5) yang pernah diimplementasikan pada kurikulum sebelumnya. Jika P5 dilakukan di luar jam intrakurikuler dan lebih menekankan pada proyek penguatan profil, maka kokurikuler dirancang menyatu dengan pembelajaran sehari-hari. “Kegiatan kokurikuler bertujuan mengoptimalkan pengembangan karakter dan kompetensi murid melalui pengalaman bermakna, bukan sekadar kegiatan akademik. Bentuknya bisa berupa kunjungan edukasi, kerja bakti, maupun proyek yang relevan dengan mata pelajaran,” ujarnya.
Pelaksanaan kokurikuler lintas mata pelajaran ini dirancang untuk mengimplementasikan 8 Profil Dimensi Lulusan dengan mengintegrasikan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Seluruh guru dari berbagai bidang studi berkolaborasi untuk menghasilkan program yang utuh dan saling melengkapi. Kegiatan disesuaikan dengan jenjang kelas dan kebutuhan perkembangan murid.
Untuk siswa kelas VII, dipilih Dimensi Profil Lulusan (DPL) Kemandirian dengan tema “Disiplin dan Produktif Sejak di Awal Hari”. Tema ini diharapkan membiasakan murid kelas awal untuk mengatur waktu, melatih kedisiplinan, dan menjaga produktivitas belajar. Pada kelas VIII, kegiatan kokurikuler difokuskan pada DPL Kesehatan dengan tema “Makanan Sehat dan Bergizi”. Melalui tema ini, siswa diajak memahami pentingnya pola makan seimbang serta menghubungkannya dengan teori gizi dalam pelajaran IPA maupun Pendidikan Jasmani. Sementara itu, kelas IX mengangkat DPL Komunikasi dengan tema “Menghargai Perbedaan dan Kerja Sama di Masyarakat”. Tema ini dipilih untuk melatih keterampilan sosial, menghargai keberagaman, sekaligus menyiapkan mereka menghadapi kehidupan bermasyarakat setelah lulus nanti.
Kegiatan kokurikuler tersebut tidak hanya menekankan pada teori, tetapi juga langsung pada aksi nyata. Misalnya, siswa kelas VII memulai hari dengan kegiatan rutin yang melatih kedisiplinan, siswa kelas VIII membuat menu sehat dan melakukan praktik memasak sederhana, sedangkan siswa kelas IX melaksanakan diskusi lintas kelompok untuk memahami pentingnya toleransi. Semua kegiatan ini dikawal oleh guru koordinator tiap jenjang yang memastikan kegiatan berjalan sesuai tujuan.
Dalam perancangan program, terdapat beberapa hal penting yang diperhatikan. Pertama, dilakukan analisis kebutuhan murid agar kegiatan relevan dengan situasi mereka. Kedua, pembentukan tim kerja kolaboratif yang melibatkan guru dari berbagai mata pelajaran. Ketiga, integrasi dengan kegiatan intrakurikuler untuk memperdalam pemahaman siswa. Keempat, fokus pada pembelajaran berbasis aksi sehingga siswa tidak hanya mendengar teori, tetapi juga melakukannya. Kelima, penyediaan pengalaman kontekstual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dan terakhir, adanya asesmen untuk melakukan refleksi perkembangan siswa.
“Kunci utama kokurikuler adalah menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membentuk karakter dan kompetensi murid secara utuh. Melalui kegiatan ini, siswa belajar menghubungkan teori dengan praktik nyata, serta mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan mereka sehari-hari,” tambah Kuswahyu.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, SMP Negeri 5 Ungaran mengadakan gelar karya. Dalam acara ini, siswa dari berbagai jenjang menampilkan hasil proyek mereka di depan guru, teman, dan orang tua. Gelar karya menjadi wujud nyata bahwa kokurikuler lintas mapel bukan sekadar program tambahan, melainkan bagian penting dari pembelajaran yang bermakna. Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, sehat, komunikatif, serta mampu menghadapi tantangan kehidupan di masa depan dengan bekal karakter dan kompetensi yang kuat.
Penulis : Dra. Endang Suhartatik, Guru SMP Negeri 5 Ungaran

Keren poll bu Endang, semakin banyak berkarya
Beri Komentar