SEMARANG-Dalam upaya menumbuhkan keimanan pelajar Kristen di kalangan siswa SMA dan SMK, Kementerian Agama Kota Semarang bersama Yayasan Jelai Kasih Indonesia menggelar kegiatan Kebangunan Rohani bertajuk “Berakar di Dalam Kristus, Bertumbuh dan Berbuah dalam Kasih”. Kegiatan yang berlangsung penuh semangat itu diselenggarakan pada Jumat, 10 Oktober 2025, pukul 11.00 hingga 14.00 WIB di Efrata Community Church, Jalan Citarum Utara III No. 2, RW 4, Kelurahan Mlatiharjo, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Acara tersebut dihadiri 539 siswa dan 19 guru agama Kristen dari berbagai SMA dan SMK negeri maupun swasta di wilayah Semarang Timur. Para peserta datang dari 14 sekolah berbeda, antara lain SMK Mataram dengan 30 siswa dan 2 guru, SMK Negeri 3 dengan 25 siswa dan 1 guru, SMA Negeri 2 dengan 45 siswa dan 1 guru, SMA Negeri 10 dengan 33 siswa dan 1 guru, SMA Negeri 11 dengan 20 siswa dan 1 guru, SMA Negeri 15 dengan 49 siswa dan 1 guru, SMA Masehi 2 dengan 59 siswa dan 3 guru, SMK Negeri 2 dengan 70 siswa dan 1 guru, SMK Negeri 5 dengan 28 siswa dan 1 guru, SMK Negeri 6 dengan 40 siswa dan 2 guru, SMK Farmasi dengan 16 siswa dan 1 guru, SMK Negeri 9 dengan 68 siswa dan 1 guru, SMA Mataram dengan 4 siswa dan 1 guru, serta SMK Negeri 1 dengan 57 siswa dan 2 guru.
Suasana kebaktian semakin hidup ketika acara dibuka dengan penampilan tarian pujian yang dibawakan dengan penuh sukacita oleh para siswi dari sekolah Kristen di Semarang Timur. Gerak lembut yang berpadu dengan iringan musik rohani menjadi awal yang memancarkan semangat kebersamaan. Setelah tarian pembukaan, Kepala Bimbingan Masyarakat (BIMAS) Kristen Kementerian Agama Kota Semarang, Kristiyanti Ambarwati, menyampaikan sambutannya. Dalam pesannya, Kristiyanti menekankan pentingnya hidup yang berbuah dalam iman. “Setiap anak Tuhan harus berbuah. Untuk itu, kita semua perlu menempel kepada pokok anggur yang sejati, yaitu Tuhan Yesus Kristus,” ujarnya di hadapan ratusan pelajar yang memenuhi ruangan ibadah.
Turut memberikan sambutan, Ketua Yayasan Jelai Kasih Indonesia, Timotius Tanutama, yang hadir mendampingi kegiatan sejak awal. Ia menyoroti pentingnya pembiasaan rohani di tengah arus dunia digital yang sering kali menjauhkan generasi muda dari nilai spiritual. “Kami ingin para pelajar memiliki kebiasaan membaca Firman Tuhan setiap hari. Dari sana, mereka akan menemukan hikmat dan kekuatan untuk menghadapi setiap tantangan hidup,” ungkapnya penuh semangat.
Sebagai pembicara utama, Pdt. Dr. Hadiarso membawakan firman dengan tema “Dipenuhi Roh Kudus untuk Menjadi Saksi Kristus di Dunia Pendidikan”. Dalam khotbahnya, ia menegaskan bahwa pelajar Kristen harus mampu menyeimbangkan pertumbuhan rohani dan akademis. “Penting sekali bagi para pelajar untuk dipenuhi Roh Kudus, agar baik secara rohani maupun akademis, mereka dapat menjadi saksi Kristus — mewartakan kuasa dan kasih Tuhan kepada sesama,” tutur Pdt. Hadiarso. Khotbah tersebut ditutup dengan altar call sebagai momen refleksi dan komitmen pribadi bagi siswa untuk menjadi pelaku firman Tuhan. Suasana haru terasa ketika ratusan siswa berdiri dengan tangan terangkat, berdoa bersama menyerahkan hidup mereka kepada Tuhan.
Selain rangkaian ibadah, acara ini juga diwarnai dengan berbagai kegiatan yang memupuk kreativitas dan kebersamaan antar pelajar. Dalam sesi Bible Quiz bertajuk Bible Bite, pelajar Kristen Grace Olivia, yang juga menjabat sebagai Ketua PERGAB (Persekutuan Pelajar Kristen Semarang), berhasil meraih juara pertama dan mendapatkan hadiah sebesar Rp500.000. Tak hanya itu, tim PSN dari SMKN 2 Semarang juga keluar sebagai Juara I Lomba Video Pendek yang merekam kegiatan kerohanian di sekolah masing-masing.
Kemenangan tersebut disambut penuh sukacita oleh guru pembimbing mereka, Rusgiharto, S.Pd., guru agama Kristen SMKN 2 Semarang. Dalam wawancara usai acara, ia menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya. “Kami hanya mendorong dan melatih yang baik kepada siswa, apakah itu disiplin, tanggung jawab, atau kesetiaan dalam mengerjakan proyek yang dipercayakan Tuhan. Dari sanalah semua hal ini bisa terjadi,” ujarnya dengan penuh kerendahan hati.
Menurut panitia, kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah pembinaan iman, tetapi juga sarana mempererat hubungan antar pelajar dari berbagai sekolah dan latar belakang. Melalui kebersamaan ini, para peserta diharapkan dapat saling menguatkan dan menjadi terang di lingkungan sekolah masing-masing.
Menjelang akhir acara, doa penutup dipimpin oleh perwakilan guru agama Kristen. Suasana damai dan sukacita menyelimuti ruangan ketika seluruh peserta menyanyikan lagu penutup bersama-sama. Dengan wajah cerah dan hati yang penuh semangat baru, para pelajar meninggalkan gedung gereja sambil saling bersalaman dan berfoto bersama.
Kegiatan Kebangunan Rohani yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kota Semarang bersama Yayasan Jelai Kasih ini menjadi momentum penting bagi pembinaan iman pelajar Kristen di wilayah Semarang Timur. Lebih dari sekadar acara rohani, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan karakter dan spiritualitas masih menjadi bagian esensial dalam dunia pendidikan. Dengan semangat kebersamaan dan kasih Kristus, generasi muda diharapkan mampu bertumbuh menjadi pribadi yang beriman teguh, berakhlak mulia, dan siap menjadi berkat bagi masyarakat di sekitarnya.
Kontributor : Rusgiharto,M.Pd., Guru SMKN 2 Semarang

Beri Komentar