SEMARANG-Suasana khidmat sekaligus penuh kebersamaan menyelimuti lingkungan SMKN Jateng di Semarang pada Jumat, 29 Mei 2026. Sekolah vokasi berasrama tersebut melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban dalam rangka memperingati Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dengan total 21 ekor kambing yang berasal dari berbagai donatur.
Kegiatan diawali dengan apel pagi yang dipimpin langsung oleh Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin. Dalam amanatnya, Ardan mengajak seluruh civitas akademik untuk memaknai Iduladha sebagai momentum memperkuat keikhlasan, kepedulian sosial, serta semangat berbagi kepada sesama.
Usai apel pagi, proses penyembelihan hewan kurban dilakukan di lingkungan sekolah dengan melibatkan panitia, guru, tenaga kependidikan, serta para murid. Kehadiran para siswa dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan yang selama ini diterapkan di sekolah.
Sebanyak 21 ekor kambing yang disembelih tahun ini berasal dari berbagai donatur, di antaranya Biro Kesra Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Baznas Provinsi Jawa Tengah, PT Pustaka Insan Madani, UPZ Bank Jateng, Catering D’Pastry, serta sejumlah individu dari berbagai instansi dan dinas.
Koordinator penerima hewan kurban, Mokhamad Sabil A A, mengaku bersyukur atas tingginya kepercayaan para donatur kepada SMKN Jateng di Semarang. Menurutnya, jumlah hewan kurban tahun ini menjadi salah satu yang paling berkesan karena datang dari berbagai pihak yang ingin berbagi kebahagiaan bersama para siswa.
“Kegiatan qurban tahun ini sungguh di luar ekspektasi karena kami tidak menduga akan ada banyak pihak yang mempercayakan penyembelihan hewan qurban di SMKN Jateng di Semarang,” ujar Mokhamad Sabil A A di sela kegiatan penyembelihan.
Ia menambahkan, antusiasme para donatur menunjukkan bahwa keberadaan SMKN Jateng di Semarang mendapat perhatian luas dari masyarakat maupun lembaga yang ingin turut mendukung pendidikan karakter para siswa.
Menurut Sabil, kegiatan kurban tidak hanya dimaknai sebagai ibadah tahunan semata, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran nyata bagi murid mengenai pentingnya gotong royong, solidaritas, dan kepedulian sosial. Para siswa turut membantu berbagai rangkaian kegiatan mulai dari persiapan lokasi, distribusi daging kurban, hingga menjaga kebersihan area sekolah setelah kegiatan selesai.
“Kami melihat para murid sangat antusias. Mereka belajar langsung tentang makna pengorbanan dan kebersamaan. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga pendidikan karakter yang sangat penting,” katanya.
Kegiatan kurban tahun ini juga menjadi momen yang membahagiakan bagi para siswa yang tinggal di asrama. Sebagian besar murid SMKN Jateng di Semarang berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah sehingga tidak dapat pulang ke kampung halaman untuk merayakan Iduladha bersama keluarga.
Kondisi tersebut justru membuat suasana kebersamaan di lingkungan sekolah terasa semakin hangat. Para siswa tampak menikmati rangkaian kegiatan Iduladha bersama teman-teman dan para guru yang selama ini menjadi keluarga kedua bagi mereka di perantauan.
Salah seorang siswa mengaku senang dapat merasakan suasana Iduladha di sekolah meskipun jauh dari orang tua. Menurutnya, kegiatan kurban di sekolah membuat para siswa tetap dapat merasakan kebersamaan dan kegembiraan seperti saat berada di rumah.
“Kami tetap merasa seperti di rumah sendiri karena semua saling membantu dan merayakan bersama. Kegiatan ini membuat kami senang walaupun tidak pulang kampung,” ungkapnya.
Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh sohibul kurban yang telah mempercayakan penyaluran hewan kurban melalui sekolahnya. Ia menilai dukungan dari berbagai pihak menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi para siswa yang menempuh pendidikan di sekolah berasrama tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh sohibul kurban yang telah mempercayakan ibadah kurbannya kepada SMKN Jateng di Semarang. Amanah ini tentu sangat berarti bagi kami dan para murid,” ujar Ardan.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang. Selain menjadi sarana ibadah, kegiatan kurban dinilai mampu mempererat hubungan antara sekolah dengan masyarakat, lembaga, maupun para mitra yang selama ini mendukung keberlangsungan pendidikan di SMKN Jateng di Semarang.
Ardan juga menegaskan bahwa nilai utama dari Iduladha bukan hanya terletak pada proses penyembelihan hewan kurban, tetapi juga pada semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama. Nilai tersebut, kata dia, penting ditanamkan kepada para siswa sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kami ingin para murid memahami bahwa Iduladha mengajarkan keikhlasan, empati, dan semangat berbagi. Nilai-nilai itulah yang terus kami tanamkan di lingkungan sekolah,” tuturnya.
Setelah proses penyembelihan selesai, daging kurban kemudian didistribusikan kepada para siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan.
Momentum Iduladha di SMKN Jateng di Semarang tahun ini pun menjadi bukti bahwa lingkungan pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar akademik, tetapi juga ruang untuk menanamkan nilai sosial, spiritual, dan kemanusiaan kepada generasi muda.

Beri Komentar