SEMARANG – Upaya memperkuat kemitraan antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) memasuki babak baru. Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Jawa Tengah resmi meluncurkan Sistem Informasi Kemitraan Strategis (SIMESRA), Selasa (11/8/2026), sebagai platform digital untuk mengintegrasikan sekaligus mengoptimalkan tata kelola kerja sama SMK dengan industri.
Peluncuran dan sosialisasi SIMESRA berlangsung di Aula Lantai 4 Universitas BPD Jateng, Jalan Soekarno Hatta Nomor 88, Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II, kepala sekolah SMK, perguruan tinggi, serta pemangku kepentingan pendidikan vokasi dan dunia industri.
Aplikasi SIMESRA digagas oleh Kepala Seksi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Jawa Tengah, Andang Fitriadi, SE., M.Si. Platform tersebut dirancang sebagai pusat informasi kemitraan yang memungkinkan sekolah dan industri membangun hubungan kerja sama secara lebih terstruktur, terdokumentasi, mudah dipantau, dan berkelanjutan.
Gagasan utama SIMESRA berangkat dari kebutuhan untuk menghadirkan tata kelola kemitraan yang berintegritas, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Selama ini, kerja sama antara SMK dan industri memiliki peran penting dalam memastikan pendidikan vokasi tidak berjalan sendiri, tetapi terus terhubung dengan kebutuhan nyata dunia kerja.
Andang Fitriadi mengatakan, SIMESRA merupakan sebuah mimpi besar untuk membangun sistem informasi yang mampu menjadi fondasi pengelolaan hubungan sekolah dengan mitra industri.
“SIMESRA sebagai mimpi besar sebagai dasar sistem informasi sekolah dengan mitra industri,” ujar Andang dalam laporannya.
Menurut dia, keberadaan platform tersebut diharapkan dapat mempermudah sekolah dalam mencari, menjaring, dan mengembangkan jejaring kemitraan dengan dunia industri. Dengan sistem digital, informasi mengenai mitra dan bentuk kerja sama dapat dikelola secara lebih terintegrasi.
“SIMESRA mempermudah menjaring mitra industri. Dengan SIMESRA, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II mudah memantau sekolah dalam kerja sama dengan industri,” katanya.
SIMESRA tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan data. Platform ini dirancang untuk mendigitalisasi dokumen kerja sama, termasuk Memorandum of Understanding (MoU), riwayat kolaborasi, serta berbagai bentuk hubungan antara sekolah dan mitra industri dalam satu basis data terpadu.
Digitalisasi tersebut diharapkan dapat memperkuat prinsip link and match yang selama ini menjadi salah satu fondasi pengembangan pendidikan vokasi. Melalui kemitraan yang lebih terkelola, sekolah dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kebutuhan kompetensi dunia kerja, sementara industri memiliki ruang yang lebih luas untuk terlibat dalam proses pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Jawa Tengah, Haris Wahyudi, S.Pd., M.Pd., mengatakan wilayah kerjanya memiliki jumlah SMK yang cukup besar dan menjadi salah satu penopang penting pendidikan vokasi di Jawa Tengah.
“Ada 128 SMK di Kota Semarang dan Kabupaten Kendal sebagai penopang vokasi,” kata Haris.
Besarnya jumlah satuan pendidikan tersebut, lanjut Haris, membuat pengelolaan hubungan antara sekolah dan industri membutuhkan sistem yang mampu memberikan informasi secara cepat dan akurat. Terlebih, setiap SMK memiliki karakteristik program keahlian dan kebutuhan mitra industri yang berbeda.
“Sekolah perlu mitra kerja sama dengan industri,” ujarnya.
Karena itu, keberadaan SIMESRA diharapkan dapat membantu sekolah membangun kemitraan secara lebih sistematis. Sekolah tidak hanya dituntut memiliki kerja sama secara administratif, tetapi juga memastikan kemitraan tersebut memberikan manfaat nyata bagi proses pembelajaran, pengembangan kompetensi peserta didik, pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL), hingga peningkatan keterserapan lulusan.
Dari sisi tata kelola, SIMESRA juga memberikan manfaat bagi Cabang Dinas Pendidikan dalam melakukan pemetaan dan pemantauan. Data kemitraan yang terkumpul dapat menjadi bahan untuk melihat sejauh mana hubungan antara SMK dan industri berjalan efektif, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penguatan kemitraan di masing-masing sekolah.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Universitas BPD Jateng, Ali Mursyid, menyambut baik pelaksanaan peluncuran SIMESRA di kampus tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II yang telah memberikan kepercayaan kepada Universitas BPD Jateng sebagai tuan rumah kegiatan.
“Terima kasih kepada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II telah memberikan kepercayaan kepada Universitas BPD menjadi tuan rumah peluncuran SIMESRA,” kata Ali.
Universitas BPD Jateng, menurut Ali, juga membuka ruang kerja sama dengan SMK dalam pengembangan kemitraan dengan dunia industri. Kolaborasi lintas lembaga dinilai penting untuk memperkuat ekosistem pendidikan vokasi yang tidak hanya melibatkan sekolah dan industri, tetapi juga perguruan tinggi.
“Kami siap bekerja sama dengan SMK dalam kemitraan dengan industri,” tegasnya.
Peluncuran SIMESRA kemudian dilakukan secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Sadimin, S.Pd., S.Sos., S.IPem., M.Eng. Dalam sambutannya, Sadimin memberikan apresiasi kepada Andang Fitriadi yang telah menggagas inovasi tersebut sebagai upaya menjawab kebutuhan pengelolaan kemitraan sekolah dengan industri di era digital.
“Selamat kepada Andang Fitriadi atas keberhasilan menggagas SIMESRA,” ujar Sadimin.
Menurut Sadimin, digitalisasi kemitraan merupakan langkah strategis untuk memastikan hubungan SMK dengan dunia industri tidak berhenti pada dokumen kerja sama, tetapi dapat dikelola, dipantau, dan dievaluasi secara berkelanjutan.
“Kemitraan industri dibuat digital dengan SIMESRA,” katanya.
Sadimin juga menyampaikan bahwa inovasi yang dikembangkan di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan lebih luas. SIMESRA, kata dia, tidak berhenti pada pelaksanaan di wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II, tetapi diharapkan dapat dilanjutkan dan dikembangkan pada tingkat Provinsi Jawa Tengah.
“SIMESRA dilanjutkan tingkat Jawa Tengah,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sadimin juga menyoroti pentingnya peran humas sekolah dalam membangun citra dan mempromosikan berbagai potensi yang dimiliki SMK. Menurutnya, sekolah harus mampu mengomunikasikan keunggulan, kompetensi, inovasi, serta prestasi yang dimiliki kepada masyarakat dan dunia industri.
“Humas sebagai promosi sekolah,” ujarnya.
Keberadaan SIMESRA diharapkan dapat berjalan seiring dengan penguatan komunikasi dan promosi sekolah. Data kemitraan yang terkelola dengan baik dapat menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan industri terhadap SMK. Pada saat yang sama, sekolah dapat memperluas jejaring mitra berdasarkan kebutuhan program keahlian dan potensi pengembangan lulusan.
Sadimin menegaskan bahwa implementasi SIMESRA harus dilaksanakan secara serius dan konsisten. Sistem yang telah dibangun tidak cukup hanya diluncurkan, tetapi harus digunakan secara optimal agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh sekolah maupun mitra industri.
“SIMESRA dilaksanakan dengan baik dan akan dimonitor,” katanya.
Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., turut memberikan apresiasi atas lahirnya SIMESRA. Menurutnya, gagasan yang dikembangkan Kepala Seksi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II tersebut merupakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan sekolah dalam membangun dan mengelola kemitraan industri.
Ardan menilai, sekolah membutuhkan instrumen yang dapat membantu mereka mengelola hubungan dengan dunia industri secara lebih efektif. Kemitraan yang kuat bukan hanya diperlukan untuk memenuhi kebutuhan administrasi sekolah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memastikan peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan karakteristik dunia kerja.
Kehadiran SIMESRA menjadi momentum untuk mengubah pola pengelolaan kemitraan dari yang sebelumnya tersebar dan belum sepenuhnya terdokumentasi secara terpadu menjadi lebih terstruktur melalui sistem digital. Data kerja sama, mitra industri, kebutuhan PKL, peluang penyerapan lulusan, hingga pengembangan unit produksi sekolah dapat dipetakan secara lebih sistematis.
Dengan demikian, SIMESRA diharapkan mampu menjadi instrumen penguat ekosistem pendidikan vokasi di Kota Semarang dan Kabupaten Kendal. Platform tersebut tidak hanya membantu sekolah menemukan mitra, tetapi juga mendorong terbentuknya hubungan yang saling menguntungkan antara SMK dan industri.
Pada akhirnya, keberhasilan SIMESRA akan sangat ditentukan oleh konsistensi pemanfaatannya. Sekolah perlu aktif memperbarui data dan mengembangkan kemitraan yang relevan, sementara Cabang Dinas Pendidikan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala. Dunia industri juga diharapkan semakin terbuka untuk terlibat dalam pendidikan vokasi.
Peluncuran SIMESRA menandai langkah baru penguatan link and match pendidikan vokasi di Jawa Tengah. Dari sebuah gagasan yang lahir di tingkat Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II, SIMESRA diharapkan berkembang menjadi sistem yang mampu mempertemukan kebutuhan sekolah dan dunia industri secara lebih cepat, transparan, dan terukur.
Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, digitalisasi kemitraan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai inovasi teknologi. SIMESRA ditargetkan menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, memperkuat relevansi kompetensi lulusan, memperluas kesempatan PKL, serta pada akhirnya meningkatkan keterserapan lulusan SMK di dunia kerja.

Beri Komentar