Demak-Suasana Ruang Smartclass SMAN 3 Demak pada Selasa (12/8) terasa berbeda. Puluhan guru Fisika SMA dari berbagai sekolah negeri dan swasta di Kabupaten Demak berkumpul dalam kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Fisika SMA.
Mereka datang bukan sekadar untuk bersilaturahmi, melainkan menimba ilmu baru dari Ketua MGMP Fisika SMA Jawa Tengah, Bapak Sarojie, S.Pd., M.Pd. yang hadir sebagai narasumber utama. Dalam kesempatan ini, Sarojie membawakan materi tentang pendekatan deep learning dalam pembelajaran Fisika serta tes potensial akademik (TPA).
Menurut Sarojie, pembelajaran Fisika tidak boleh berhenti hanya pada hafalan rumus. “Guru perlu mendorong siswa berpikir mendalam, memahami konsep, dan mampu menghubungkannya dengan peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Di situlah deep learning mengambil peran,” jelasnya.
Dalam paparannya, Sarojie menekankan bahwa pembelajaran berbasis deep learning menuntut guru Fisika untuk menghadirkan proses belajar yang benar-benar bermakna. Siswa tidak cukup hanya dijejali rumus, tetapi perlu mengaitkan konsep baru dengan pengetahuan yang sudah mereka miliki agar lebih mudah dipahami. Selain itu, siswa juga harus dilatih berpikir kritis dan analitis, yakni mampu mengurai persoalan, mengevaluasi informasi, dan menemukan solusi dengan nalar yang tepat.
Lebih jauh, Sarojie menjelaskan pentingnya kontekstualisasi, di mana materi Fisika seyogianya selalu dihubungkan dengan fenomena nyata sehari-hari sehingga terasa relevan bagi kehidupan siswa. Proses ini juga perlu dilengkapi dengan kerja kolaboratif melalui diskusi, eksperimen kelompok, dan berbagi ide agar siswa terbiasa menghargai perbedaan pandangan. Pada akhirnya, pembelajaran yang ideal akan ditutup dengan refleksi, yaitu saat siswa diajak meninjau kembali proses belajarnya sehingga mereka memahami langkah-langkah berpikir yang telah dilalui.
Pada sesi pendalaman, Sarojie memberikan contoh bagaimana konsep deep learning dapat diterapkan dalam pembelajaran Fisika, misalnya pada materi Suhu dan Kalor. Alih-alih sekadar menghafal rumus kalor, siswa diajak untuk memahami makna di balik persamaan tersebut. Misalnya, guru memberikan fenomena nyata seperti proses es batu yang mencair di gelas berisi air panas, atau mengapa logam terasa lebih cepat panas dibandingkan kayu ketika disentuh.
Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya menghitung besar kalor, tetapi juga mengaitkan konsep kalor jenis dengan kehidupan sehari-hari, seperti alasan mengapa panci dibuat dari logam tetapi pegangannya terbuat dari kayu atau bahan plastik. Melalui diskusi kelompok, eksperimen sederhana, hingga refleksi bersama, siswa dapat mengembangkan kemampuan analitis, berpikir kritis, dan kolaboratif. Inilah esensi deep learning dalam materi Fisika, yaitu: menghadirkan makna, keterkaitan, dan relevansi nyata dalam setiap konsep.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya guru Fisika memiliki keterampilan dalam menyusun soal yang selevel dengan TKA. Soal jenis ini tidak dibuat sembarangan, melainkan mengikuti aturan tertentu yang menuntut kemampuan berpikir logis, analitis, sekaligus mengukur potensi kognitif siswa. Untuk itu, guru Fisika perlu memahami panduan penyusunan soal yang baik dan benar agar hasil tes benar-benar valid serta mampu memotret kemampuan siswa secara objektif.
Pada sesi terakhir, narasumber juga secara khusus mengajarkan teknik membuat soal tipe TKA. Melalui contoh-contoh soal itu, para guru dilatih bagaimana menyusun pertanyaan yang sesuai indikator, menantang, tetapi tetap terukur. Hal ini sangat penting agar guru tidak hanya fokus pada soal rutin berbasis rumus, tetapi juga mampu merancang soal yang menguji daya nalar, pemahaman konsep, dan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
Peserta MGMP terlihat antusias mengikuti paparan materi. Diskusi berjalan interaktif, banyak yang mengajukan pertanyaan sekaligus berbagi pengalaman saat mengajar di kelas. Salah satu peserta mengaku mendapat banyak inspirasi. “Materi ini membuka wawasan baru. Sangat bermanfaat untuk diterapkan di sekolah, apalagi menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt Kepala SMAN 3 Demak menyampaikan rasa bangganya karena sekolah yang dipimpinnya mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa sekolah sangat mendukung kegiatan MGMP seperti ini, karena dapat memberikan manfaat nyata bagi guru. “Kami bersyukur kegiatan ini bisa dilaksanakan di SMAN 3 Demak. Semoga ilmu yang diperoleh semakin memperkuat kualitas pembelajaran Fisika di sekolah masing-masing,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa MGMP Fisika SMA Demak terus berupaya meningkatkan kualitas dan kompetensi guru dalam pembelajaran. Dengan ilmu yang didapat, para guru berharap mampu melahirkan generasi yang lebih kritis, kreatif, dan siap menghadapi perkembangan zaman.
Penulis : Khilyatul Khoeriyah, Guru SMA Negeri 3 Demak

Alhamdulillah semoga selalu bermanfaat dan berkah ilmunya
Aamiin YRA
Beri Komentar