Semarang, Minggu 7 Desember — SMK Penerbangan kembali mengukir prestasi membanggakan setelah berhasil masuk sebagai finalis pada Pameran Olah Sampah yang diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang di Lapangan Merbau, Banyumanik. Kegiatan yang berlangsung sejak pagi itu diikuti oleh puluhan sekolah, komunitas kreatif, serta berbagai pegiat lingkungan yang menampilkan karya inovatif berbasis pengolahan sampah dan material daur ulang.
Dalam ajang tersebut, tim SMK Penerbangan tampil percaya diri dengan mempresentasikan karya unggulan berupa Unmanned Aerial Vehicle (UAV) bertenaga sel surya yang dirakit dari berbagai bahan bekas. Inovasi ini memanfaatkan hingga 70 persen material daur ulang, seperti kardus bekas yang diperkuat dengan lapisan khusus serta botol plastik yang diolah menjadi komponen pendukung. Perpaduan antara teknologi dirgantara dan kreativitas pengelolaan limbah membuat karya ini menjadi salah satu yang paling banyak menarik perhatian pengunjung maupun juri.
Guru pendamping sekaligus pengajar Teknik Pesawat Udara, M. Nugramahatama Juzma, mengatakan bahwa proyek ini lahir dari semangat siswa untuk mengembangkan teknologi sederhana namun berdampak bagi lingkungan. “Kami ingin menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus mahal. Dengan bahan-bahan yang sering dianggap sampah, ternyata siswa mampu menciptakan UAV yang tidak hanya berfungsi, tetapi juga ramah lingkungan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa proses pengembangan dilakukan selama beberapa pekan, mulai dari perancangan struktur, penyesuaian perangkat sel surya, hingga pengujian kemampuan terbang. “Saya bangga karena anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi benar-benar menerapkannya dalam karya nyata,” tambahnya.
Salah satu siswa yang terlibat dalam proyek tersebut, Patrizia, mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti pameran ini memberikan motivasi besar untuk terus berkarya. “Awalnya kami ragu apakah UAV dari bahan bekas bisa stabil saat diuji. Tapi setelah beberapa kali mencoba dan memperbaiki struktur, kami semakin yakin. Saat juri melihat UAV kami dan memberikan apresiasi, rasanya semua perjuangan terbayar,” katanya dengan antusias.
Kepala SMK Penerbangan, Nia Yusniawati, S.Pd., menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tim siswa dan guru pendamping. Ia menilai bahwa keberhasilan menjadi finalis merupakan bukti keseriusan sekolah dalam membangun budaya inovasi sejak dini. “Prestasi ini menunjukkan bahwa siswa SMK mampu bersaing dalam bidang teknologi sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam isu lingkungan. Kami berharap pencapaian ini dapat memotivasi siswa lain untuk tidak takut berkreasi,” tuturnya. Ia menekankan bahwa sekolah akan terus memberikan dukungan penuh bagi kegiatan yang melibatkan kreativitas, riset, dan keberlanjutan lingkungan.
Pameran Olah Sampah tahun ini memang menjadi ajang pembuktian bagi generasi muda untuk menampilkan solusi kreatif dalam menghadapi masalah limbah perkotaan. Dengan meningkatnya perhatian publik terhadap isu lingkungan, karya-karya peserta pameran menjadi sorotan penting bagi para pengambil kebijakan maupun pihak industri yang mencari gagasan baru dalam pengelolaan sampah. Di antara deretan karya yang ditampilkan, inovasi UAV berbasis daur ulang dari SMK Penerbangan dinilai menonjol karena memadukan teknologi modern dengan prinsip keberlanjutan.
Sejumlah juri memberikan catatan positif terhadap karya tersebut, terutama pada keberanian konsep dan ketekunan siswa dalam menyempurnakan fungsi perangkat. Meski masih berada pada tahap pengembangan dasar, UAV ini dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi alat pemantau lingkungan berbiaya rendah. Pihak Dinas Perdagangan Kota Semarang juga mengapresiasi keterlibatan sekolah-sekolah yang dinilai mampu menyebarkan kesadaran baru terkait pentingnya pengolahan sampah melalui pendekatan kreatif.
Dengan berhasil masuk sebagai finalis, SMK Penerbangan kini menantikan tahap penilaian lanjutan yang akan menentukan karya terbaik dalam pameran tersebut. Tim sekolah berharap dapat memberikan hasil maksimal sekaligus membuka jalan bagi lahirnya inovasi-inovasi baru yang lebih ramah lingkungan. “Ini baru langkah awal. Kami ingin terus mengembangkan teknologi yang bisa bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam upaya mengurangi sampah,” ujar Nugramahatama.
Keikutsertaan SMK Penerbangan dalam ajang ini menjadi bukti bahwa inovasi berbasis kepedulian lingkungan dapat lahir dari tangan-tangan muda yang kreatif dan berkomitmen. Melalui karya UAV bertenaga sel surya dari bahan daur ulang, sekolah tersebut tidak hanya membawa nama baik institusi, tetapi juga memberikan inspirasi bagi publik bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan cara yang lebih visioner dan aplikatif.
Kontributor : Humas SMK Penerbangan Semarang









Beri Komentar