Sabtu, 04-04-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Alumni SMK Negeri 10 Semarang Berangkat ke Jepang, Bukti Nyata Program SMK Go Global

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG — Program SMK Go Global yang digagas pemerintah Indonesia sejak 2025 mulai menunjukkan hasil nyata. Dua alumni SMK Negeri 10 Semarang dijadwalkan berangkat ke Jepang pada Maret 2026 untuk menjalani program magang kerja profesional selama tiga tahun. Keduanya, Muhammad Alfiansyah, alumni Teknik Pengelasan 2025, dan Atran Rufiansyah, alumni Konstruksi Kapal Baja 2025, datang ke sekolah almamaternya untuk berpamitan sekaligus memohon doa restu dari para guru, wali kelas, serta kepala sekolah sebelum keberangkatan.

Kunjungan perpisahan itu berlangsung hangat dan penuh haru di lingkungan sekolah. Para guru menyambut kedatangan kedua alumni dengan bangga, sementara siswa yang masih menempuh pendidikan menjadikan momen tersebut sebagai inspirasi nyata bahwa lulusan SMK memiliki peluang besar untuk berkarier hingga ke mancanegara. Program SMK Go Global sendiri dirancang pemerintah untuk melatih dan memberangkatkan lulusan SMK agar dapat bekerja di luar negeri secara profesional, aman, dan legal melalui pembekalan vokasi, sertifikasi kompetensi, serta kemampuan bahasa asing.

Program ini menargetkan hingga 500.000 lulusan SMK dapat terserap bekerja di berbagai negara maju seperti Jerman, Korea Selatan, dan Jepang dalam beberapa tahun mendatang. Kehadiran Alfiansyah dan Atran sebagai peserta awal menjadi simbol keberhasilan awal implementasi program tersebut di tingkat sekolah.

Muhammad Alfiansyah mengaku bersyukur mendapat kesempatan langka untuk bekerja di luar negeri. Ia berharap pengalaman tersebut dapat meningkatkan kompetensi sekaligus membuka masa depan yang lebih baik. “Saya bersyukur diberikan kesempatan kerja di luar negeri, harapannya semoga menambah pengalaman, ilmu dan dilancarkan magangnya selama 3 tahun,” ujarnya saat ditemui usai berpamitan dengan para guru.

Senada dengan itu, Atran Rufiansyah mengungkapkan rasa bahagianya dapat mengikuti program magang ke Jepang. Menurutnya, kesempatan ini merupakan buah dari kerja keras selama menempuh pendidikan serta dukungan penuh dari sekolah dan keluarga. “Saya senang bisa magang ke Jepang. Ini kesempatan besar bagi saya untuk belajar dan bekerja di lingkungan industri yang maju,” katanya singkat namun penuh optimisme.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat (Waka Humas) SMK Negeri 10 Semarang, Muhammad Yunan, menyampaikan kebanggaan atas pencapaian kedua alumni tersebut. Ia menilai keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen sekolah dalam menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri, termasuk standar global. “Alhamdulillah, kami bangga dengan pencapaian alumni SMK Negeri 10 Semarang. Sekolah akan terus melebarkan sayap untuk menjalin kerja sama dengan dunia industri, baik nasional maupun luar negeri, sehingga keterserapan alumni semakin meningkat,” ungkapnya.

Menurut Yunan, keberangkatan dua alumni ke Jepang juga menjadi bukti bahwa proses belajar mengajar di sekolah telah mengikuti perkembangan kebutuhan industri modern, bahkan untuk pasar kerja internasional. Ia berharap keduanya mampu menjaga nama baik sekolah dan bangsa selama menjalani program magang. “Hal ini juga membuktikan bahwa pembelajaran di sekolah sudah mengikuti update kebutuhan industri, bahkan untuk pasar luar negeri. Semoga mereka dapat menjalani magang kerja ke Jepang dengan baik,” tambahnya.

Program SMK Go Global dinilai sebagai terobosan strategis pemerintah dalam mengatasi tantangan ketenagakerjaan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia vokasi. Dengan pelatihan terstruktur, sertifikasi kompetensi, serta pendampingan legal, lulusan SMK diharapkan tidak hanya siap kerja di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing secara global.

Bagi keluarga besar SMK Negeri 10 Semarang, keberangkatan Muhammad Alfiansyah dan Atran Rufiansyah bukan sekadar perpisahan, melainkan tonggak sejarah baru yang membuktikan bahwa lulusan SMK dapat menembus pasar kerja internasional. Momen tersebut juga menjadi penyemangat bagi adik-adik kelas mereka untuk terus belajar dan mengasah keterampilan agar mampu mengikuti jejak serupa di masa depan.

Dengan doa restu para guru dan harapan besar dari sekolah, kedua alumni itu kini bersiap memulai babak baru kehidupan di negeri sakura. Keberangkatan mereka tidak hanya membawa impian pribadi, tetapi juga harapan sekolah, keluarga, dan bangsa agar semakin banyak lulusan vokasi Indonesia yang diakui dunia.

Penulis : Nur Kholifah, S.Sn, Staf Humas SMK Negeri 10 Semarang

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan