SEMARANG — Balai Latihan Kerja (BLK) Jasa dan Pariwisata Jawa Tengah memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan dan industri perhotelan melalui kegiatan Hospitality Experience: Vocational Training Introduction & Table Manner yang digelar di Aula BLK Jasa dan Pariwisata, Jalan Brotojoyo Nomor 2, Kota Semarang, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pelaksanaan Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN), sekaligus memperkenalkan berbagai program pelatihan yang diselenggarakan BLK Jasa dan Pariwisata kepada para pemangku kepentingan. Selain itu, kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan gambaran langsung mengenai standar pelayanan yang diterapkan dalam industri hospitality, khususnya sektor perhotelan dan pariwisata.
Sejumlah pejabat dan perwakilan dunia industri hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, Kepala SMK Jawa Tengah, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (HI Jamsos) Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah, Kepala BBPVP Semarang, serta para general manager sejumlah hotel di Kota Semarang.
Perwakilan industri perhotelan yang hadir antara lain General Manager Dafam Hotel Semarang, General Manager Holiday Inn Semarang, General Manager Aston Inn Pandanaran Semarang, General Manager Novotel Semarang, General Manager Tentrem Hotel Semarang, General Manager Hotel Grasia Semarang, dan General Manager ROOMS Inc. Semarang. Kehadiran mereka menunjukkan pentingnya hubungan yang erat antara lembaga pelatihan vokasi dengan industri sebagai pengguna tenaga kerja.
Dalam sambutan pembukaan, Kasubbag Tata Usaha BLK Jasa dan Pariwisata, Yurisa Fitri Pradhipta, S.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu inovasi BLK Jasa dan Pariwisata untuk memperkenalkan program pelatihan yang diselenggarakan pada 2026 sekaligus membuka ruang sinergi yang lebih luas dengan berbagai lembaga dan dunia industri.
“Ini merupakan program inovasi BLK Jasa dan Pariwisata untuk memperkenalkan BLK Jasa dan program pelatihan tahun 2026, khususnya pelatihan di bidang kepariwisataan dan perhotelan,” ujar Yurisa.
Menurut dia, pelatihan vokasi tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Salah satu program yang diperkenalkan adalah pelatihan Commercial Cookery atau pengolahan makanan komersial.
Dalam program tersebut, peserta mendapatkan pengalaman mengolah makanan yang disajikan secara berurutan, mulai dari soup, main course, hingga dessert. Konsep tersebut sekaligus menjadi gambaran bagaimana peserta pelatihan dipersiapkan agar memahami proses kerja di lingkungan industri kuliner dan perhotelan.
“Kami berharap pertemuan seperti ini bisa berlangsung secara kontinu. Yang paling penting adalah membangun sinergi antar-lembaga sehingga pelatihan yang kami selenggarakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri,” kata Yurisa.
Ia menambahkan, BLK Jasa dan Pariwisata memiliki sejumlah program pelatihan yang dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Program tersebut antara lain housekeeping, jasa pramuwisata, pemandu wisata gunung, barista, commercial cookery, hingga pelatihan caretaker bagi calon pekerja migran Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Bagian Pemasaran BLK Jasa dan Pariwisata, Delia Wahyu, memaparkan berbagai fasilitas yang diberikan kepada peserta pelatihan. Ia menjelaskan bahwa pelatihan yang diselenggarakan BLK Jasa dan Pariwisata dibiayai oleh pemerintah sehingga peserta tidak dipungut biaya.
“Peserta mendapatkan berbagai fasilitas selama mengikuti pelatihan. Pelatihan ini dibiayai oleh pemerintah atau tidak dipungut biaya. Selain itu, peserta mendapatkan asrama, konsumsi selama pelatihan, perlengkapan pelatihan, uang harian, sertifikat pelatihan, serta fasilitasi sertifikasi uji kompetensi dari BNSP,” jelas Delia.
Menurut Delia, fasilitas tersebut menjadi bagian penting dari upaya pemerintah memberikan akses pelatihan yang lebih luas kepada masyarakat. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk memperkuat pengakuan kompetensi melalui sertifikasi.
BLK Jasa dan Pariwisata merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di bawah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah. Lembaga tersebut mempunyai tugas melaksanakan kegiatan teknis operasional dan kegiatan teknis penunjang di bidang jasa dan pariwisata.
Program pelatihan yang diselenggarakan mencakup bidang jasa pariwisata, perhotelan, serta pelatihan bagi calon pekerja migran Indonesia. Pelaksanaannya dilakukan melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi institusional, baik boarding maupun non-boarding, serta melalui skema Mobile Training Unit (MTU).
Untuk bidang housekeeping, peserta dibekali keterampilan mengelola kebersihan, kerapian, dan kenyamanan ruang sesuai dengan standar perhotelan. Sementara pada program jasa pramuwisata, peserta dibekali kemampuan memandu wisata, membangun komunikasi efektif, serta memberikan pelayanan prima yang dibutuhkan industri pariwisata.
Program pemandu wisata gunung memberikan keterampilan yang lebih spesifik, mulai dari memandu pendakian, mengelola perjalanan, hingga menerapkan teknik keselamatan di alam terbuka. Adapun program barista membekali peserta dengan kemampuan meracik kopi, teknik penyajian, dan pelayanan profesional sesuai standar industri kafe.
Sementara itu, pelatihan Commercial Cookery dirancang untuk menyiapkan tenaga kerja terampil dan profesional di bidang kuliner. Materi pelatihan diarahkan agar peserta mampu bekerja sesuai standar yang diterapkan di hotel dan restoran, termasuk memahami proses pengolahan makanan serta penyajiannya.
Untuk bidang calon pekerja migran Indonesia melalui skema caretaker, peserta mendapatkan pembekalan berupa kemampuan dasar bahasa asing, komunikasi, keperawatan, serta etika kerja sesuai dengan standar internasional untuk pekerjaan perawat lansia.
Pelaksanaan Program Vokasi Nasional Batch 3 Tahun 2026 menjadi salah satu program utama BLK Jasa dan Pariwisata. Pada tahun ini, sebanyak 96 peserta mengikuti program tersebut yang terbagi dalam tiga kompetensi pelatihan, yakni Commercial Cookery sebanyak 32 orang, Barista sebanyak 32 orang, dan Housekeeping sebanyak 32 orang.
Seluruh peserta PVN Batch 3 mendapatkan pembekalan pengetahuan dan keterampilan, baik teori maupun praktik. Materi pembelajaran disusun berdasarkan standar kompetensi sehingga peserta diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik ketika memasuki dunia kerja.
Kegiatan Hospitality Experience juga menjadi momentum untuk mempertemukan lembaga pelatihan dengan industri secara langsung. Kehadiran para pimpinan hotel memberikan peluang bagi BLK untuk memperoleh gambaran mengenai kebutuhan tenaga kerja, standar pelayanan, serta kompetensi yang harus dimiliki lulusan pelatihan agar dapat bersaing di dunia kerja.
Bagi peserta maupun lembaga pendidikan, interaksi dengan industri juga memberikan perspektif mengenai budaya kerja yang sesungguhnya. Dalam industri hospitality, kemampuan teknis harus berjalan beriringan dengan sikap kerja, komunikasi, kedisiplinan, penampilan, keramahan, dan kemampuan memberikan pelayanan kepada pelanggan.
Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., yang hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi terhadap inisiatif BLK Jasa dan Pariwisata. Menurutnya, kegiatan tersebut membuka ruang kolaborasi yang relevan bagi pendidikan vokasi, terutama dalam mempersiapkan peserta didik agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Kami dari SMKN Jateng di Semarang sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh BLK Jasa dan Pariwisata. Kami siap bekerja sama untuk membangun sinergi antara pendidikan vokasi, lembaga pelatihan, dan dunia industri,” ujar Ardan.
Ia menilai kerja sama semacam itu penting untuk memperkuat ekosistem pendidikan vokasi. Kolaborasi tidak hanya diperlukan dalam proses pembelajaran, tetapi juga dalam memberikan pengalaman kepada peserta didik mengenai standar kerja dan tuntutan profesional di lapangan.
Melalui kegiatan tersebut, BLK Jasa dan Pariwisata Jawa Tengah tidak hanya memperkenalkan program pelatihannya, tetapi juga mempertegas peran lembaga pelatihan vokasi sebagai jembatan antara masyarakat pencari kerja, dunia pendidikan, dan kebutuhan industri.
Dengan dukungan fasilitas pelatihan yang dibiayai pemerintah, instruktur internal dan praktisi, serta fasilitasi sertifikasi kompetensi, BLK Jasa dan Pariwisata diharapkan mampu terus mencetak tenaga kerja terampil yang siap bersaing. Sementara sinergi dengan industri perhotelan dan pendidikan vokasi diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan sehingga pelatihan yang diberikan semakin relevan dengan perkembangan kebutuhan dunia kerja.
Kegiatan Hospitality Experience: Vocational Training Introduction & Table Manner akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda pengenalan program. Forum tersebut menjadi ruang bertemunya pemerintah, lembaga pelatihan, sekolah vokasi, dan industri untuk menyamakan persepsi mengenai pentingnya kompetensi, standar pelayanan, serta kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi dinamika industri jasa dan pariwisata.

Beri Komentar