UNGARAN-Semangat dan kebanggaan menyelimuti kontingen pangkalan Ambalan Arjuna–Dewi Kunthi Gudep 11.089–11.090 SMK Negeri 1 Tuntang saat mengikuti Pelantikan Pramuka Garuda Kwartir Semarang Tahun 2026 yang digelar di GOR Wujil, Bergas, Kabupaten Semarang, Sabtu, 23 Mei 2026. Sebanyak delapan peserta dari sekolah tersebut dinyatakan mengikuti tahapan pelantikan sebagai calon Pramuka Garuda gelombang pertama tingkat Penegak setelah melalui serangkaian proses seleksi dan pengujian yang ketat.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Semarang itu menjadi momentum penting bagi para anggota muda Gerakan Pramuka untuk memperoleh predikat tertinggi dalam dunia kepramukaan, yakni Pramuka Garuda. Predikat tersebut dikenal sebagai bentuk penghargaan sekaligus pengakuan atas kecakapan, kedisiplinan, keteladanan, dan pengabdian seorang anggota Pramuka di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Pramuka Garuda sendiri merupakan tingkatan kecakapan tertinggi yang dapat diraih anggota Gerakan Pramuka pada setiap golongan usia, mulai dari Siaga, Penggalang, Penegak, hingga Pandega. Simbol penghargaan ini diwujudkan dalam bentuk lencana bergambar burung garuda bersayap terbuka yang memiliki makna kekuatan besar untuk menggapai cita-cita tinggi. Bentuk segi lima pada lencana melambangkan Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, sedangkan semboyan “Setia – Siap – Sedia” mencerminkan kesiapan anggota Pramuka untuk mengabdi dan bertindak dalam berbagai situasi dengan jiwa kepramukaan.
Pada golongan Penegak, lencana Pramuka Garuda memiliki warna dasar kuning. Warna tersebut menjadi simbol semangat, optimisme, dan tanggung jawab generasi muda dalam mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin masa depan yang berkarakter.
Delapan siswa dari SMK Negeri 1 Tuntang yang mengikuti pelantikan tersebut terdiri atas Pandu Oceano Putra Masdifa dari kelas XI Otomotif 1, Riska Laura Ramadhani kelas XI TJKT 2, Rahma Aulia Anggraini kelas XI TJKT 2, Salsa Masruroh kelas XI Tata Busana 1, Izza Nailarrohmah kelas XI Tata Busana 1, Muhammad Nasih Rahmadhani kelas XI Otomotif 1, Laila Hidayah kelas XI Tata Busana 2, serta Ahmad Hilmi Ghulam Mabana kelas XI TJKT 1.
Keikutsertaan para siswa tersebut bukanlah proses yang instan. Mereka harus melewati berbagai tahapan seleksi yang dilakukan oleh kwartir, mulai dari pemenuhan syarat kecakapan umum dan khusus, penyusunan portofolio kegiatan kepramukaan, ujian tertulis, wawancara, hingga penilaian sikap dan keteladanan di lingkungan sekitar. Selain itu, para peserta juga dituntut memiliki kemampuan teknologi informasi, keterampilan dalam Satuan Karya Pramuka (Saka), kemampuan bahasa asing melalui storytelling, serta kecakapan di bidang seni budaya dan olahraga.
Pembina Pramuka pangkalan SMK Negeri 1 Tuntang menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras siswa selama mengikuti proses pembinaan kepramukaan di sekolah. Menurutnya, Pramuka Garuda bukan sekadar penghargaan, tetapi juga simbol kedewasaan karakter dan tanggung jawab sosial.
“Untuk mencapai tingkat Pramuka Garuda, para peserta harus menunjukkan konsistensi dalam mengamalkan Satya dan Darma Pramuka. Mereka tidak hanya diuji kemampuan teknis, tetapi juga kepribadian, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujar M. Muslih, S.Pd., selaku guru sekaligus pembina pendamping.
Ia menjelaskan bahwa para siswa telah dipersiapkan secara intensif melalui latihan rutin, penguatan materi wawasan kebangsaan, pengembangan keterampilan teknologi, hingga praktik pengabdian di gugus depan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab.
“Kami bangga karena siswa-siswi mampu menunjukkan dedikasi luar biasa selama proses seleksi. Harapannya, mereka bisa menjadi teladan di sekolah maupun di masyarakat serta mampu membawa nama baik sekolah dalam bidang kepramukaan,” tambahnya.
Pelantikan Pramuka Garuda di GOR Wujil Bergas berlangsung khidmat dan penuh semangat. Para peserta dari berbagai kwartir ranting di Kabupaten Semarang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Selain prosesi pelantikan, kegiatan juga diisi dengan penguatan nilai-nilai kepramukaan, kebangsaan, dan kepemimpinan generasi muda.
Salah satu peserta dari SMK Negeri 1 Tuntang, Riska Laura Ramadhani, mengaku bersyukur dapat mengikuti tahapan pelantikan Pramuka Garuda setelah melewati proses panjang dan penuh tantangan. Ia mengatakan pengalaman tersebut memberinya banyak pelajaran tentang disiplin, kerja sama, dan pengabdian.
“Prosesnya memang tidak mudah karena kami harus memenuhi banyak syarat dan menjalani berbagai ujian. Tetapi dari situ kami belajar untuk terus berkembang, percaya diri, dan bertanggung jawab sebagai anggota Pramuka,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Pandu Oceano Putra Masdifa menyebut bahwa kegiatan Pramuka telah membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih mandiri dan siap menghadapi tantangan. Ia berharap predikat Pramuka Garuda dapat menjadi motivasi untuk terus berkarya dan berprestasi.
“Pramuka mengajarkan kami tentang kepemimpinan, disiplin, dan kepedulian sosial. Semoga apa yang kami capai bisa menginspirasi teman-teman lain untuk aktif dalam kegiatan positif,” katanya.
Keikutsertaan delapan siswa dalam pelantikan Pramuka Garuda tersebut menjadi bukti komitmen SMK Negeri 1 Tuntang dalam mendukung pengembangan karakter peserta didik melalui pendidikan kepramukaan. Melalui kegiatan itu, sekolah berharap mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik dan keterampilan vokasi, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, nasionalisme, serta kepedulian sosial yang tinggi.
Penulis: M. Muslih, S.Pd., Guru SMKN 1 Tuntang
Editor: Nurul Rahmawati, S.Pd., Guru SMKN 1 Tuntang

Beri Komentar