Semarang, 28 Februari 2025 – SMKN 10 Semarang menjadi salah satu mitra strategis dari Save the Children dalam menjalankan Program Skills to Succeed (S2S). Program ini dirancang untuk membekali remaja dan pemuda yang kurang beruntung dengan keterampilan kerja, kewirausahaan, dan literasi keuangan yang mereka butuhkan untuk mendapatkan pekerjaan layak atau membangun bisnis mereka sendiri. Dengan fokus pada pemutusan siklus kemiskinan antar generasi, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masa depan pemuda Indonesia.
Di Indonesia, program S2S menyasar pemuda usia 15-24 tahun, baik yang masih bersekolah maupun yang tidak. Program ini menawarkan pelatihan keterampilan kerja, kewirausahaan, literasi keuangan, serta bimbingan karier dan layanan penghubung pekerjaan. Tidak hanya itu, program ini juga memberikan perhatian khusus kepada pemuda yang berisiko bekerja di lingkungan berbahaya dan pemuda penyandang disabilitas, sehingga menciptakan kesempatan yang lebih inklusif bagi semua kalangan.
Kerjasama antara SMKN 10 Semarang dan Save the Children dalam program S2S dimulai sejak November 2024. Sebagai langkah awal, sekolah melaksanakan sosialisasi dan survei baseline pada tanggal 7 Januari 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 173 siswa yang menjadi peserta program. Survei ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan potensi siswa, sehingga pelatihan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi mereka.
Selain itu, pada tanggal 9 Januari 2025, program ini juga melibatkan orang tua siswa melalui sesi online parenting . Sesi ini memberikan pemahaman kepada orang tua tentang pentingnya dukungan keluarga dalam proses pembelajaran dan pengembangan keterampilan anak-anak mereka. Keterlibatan orang tua dinilai sangat penting untuk memastikan keberlanjutan program dan hasil yang optimal bagi para siswa.
Untuk memastikan pelaksanaan program S2S berjalan sesuai rencana, SMKN 10 Semarang menggelar rapat koordinasi internal pada hari Jumat, 28 Februari 2025, pukul 10.00 WIB. Rapat ini dihadiri oleh Wakil Kepala Sekolah, Ketua Jurusan, Guru Bimbingan Konseling (BK), dan Koordinator Balai Kerja Khusus (BKK). Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, yang bertindak sebagai koordinator utama dalam pelaksanaan program ini.
Dalam rapat tersebut, disepakati untuk melanjutkan program S2S dengan fokus pada penyelesaian modul pelatihan bagi siswa. Modul-modul ini mencakup berbagai aspek, seperti keterampilan teknis, kewirausahaan, dan literasi keuangan. Setelah menyelesaikan modul, siswa akan menerima sertifikat yang dapat digunakan sebagai nilai tambah dalam mencari pekerjaan atau memulai usaha mandiri.
“Kami berkomitmen untuk mendukung penuh pelaksanaan program ini sesuai arahan kepala sekolah,” ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum saat memimpin rapat. “Program S2S bukan hanya tentang memberikan pelatihan, tetapi juga tentang membuka pintu kesempatan bagi siswa kami agar dapat bersaing di dunia kerja atau bahkan menciptakan lapangan kerja sendiri.”
Program S2S memberikan manfaat signifikan bagi siswa SMKN 10 Semarang. Selain meningkatkan keterampilan teknis, program ini juga membantu siswa memahami konsep kewirausahaan dan literasi keuangan, yang sangat relevan dengan tantangan dunia kerja modern. Para siswa juga mendapatkan bimbingan karier dan layanan penghubung pekerjaan, sehingga mereka memiliki gambaran yang lebih jelas tentang jalur karier yang ingin mereka tempuh setelah lulus.
Guru BK SMKN 10 Semarang, Wildan Sugiharto, mengatakan bahwa program ini juga membantu siswa yang sebelumnya kurang termotivasi untuk belajar. “Melalui program ini, banyak siswa yang mulai menemukan minat dan bakat mereka. Mereka juga lebih termotivasi untuk belajar karena melihat ada peluang nyata di masa depan,” ujarnya.
Program S2S tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa, tetapi juga berdampak positif bagi masyarakat secara luas. Dengan membekali pemuda dengan keterampilan kerja dan kewirausahaan, program ini membantu mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di kalangan generasi muda. Selain itu, program ini juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, seperti pemuda penyandang disabilitas, sehingga menciptakan kesempatan yang lebih adil bagi semua.
Kepala SMKN 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, menyampaikan apresiasi kepada Save the Children atas kerjasama ini. “Kami sangat bangga bisa menjadi bagian dari program S2S. Ini adalah langkah besar untuk membantu siswa kami mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi lebih banyak siswa di masa depan,” ujarnya.
Dengan komitmen kuat dari semua pihak, program S2S di SMKN 10 Semarang diharapkan dapat menjadi model bagi sekolah-sekolah lain dalam mengimplementasikan program serupa. Melalui kolaborasi antara sekolah, organisasi internasional seperti Save the Children, dan masyarakat, diharapkan generasi muda Indonesia dapat tumbuh menjadi individu yang mandiri, berdaya saing tinggi, dan mampu berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa.
Program Skills to Succeed adalah bukti nyata bahwa pendidikan vokasi dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi tantangan ketenagakerjaan dan kemiskinan di Indonesia. Semoga langkah ini dapat menginspirasi lebih banyak inisiatif serupa demi menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda Indonesia.
Beri Komentar