Selasa, 02-06-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Upacara Hari Lahir Pancasila di SMKN Jateng Semarang Berlangsung Khidmat, Sejumlah Guru dan Siswa Berprestasi Raih Penghargaan

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG — Upacara memperingati Hari Lahir Pancasila di SMKN Jateng di Semarang berlangsung khidmat pada Senin, 1 Juni 2026. Kegiatan yang digelar di lapangan hijau sekolah tersebut diikuti seluruh guru, karyawan, dan siswa yang berbaris rapi sejak pagi hari dengan penuh semangat nasionalisme.

Bertindak sebagai pembina upacara, Umiyati Khasanah memimpin jalannya upacara dengan tertib dan penuh makna. Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi sarana menanamkan nilai-nilai kebangsaan sekaligus memperkuat semangat persatuan di lingkungan sekolah.

Dalam upacara tersebut dibacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi. Pada peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 ini, pemerintah mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

Tema tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi jawaban untuk menciptakan perdamaian dunia yang abadi di tengah berbagai tantangan global.

Dalam amanatnya, Yudian Wahyudi menyampaikan bahwa Pancasila merupakan “bintang penuntun” sekaligus “jangkar moral” yang membuat Indonesia tetap kokoh menghadapi turbulensi global, termasuk disrupsi teknologi dan dinamika geopolitik dunia.

“Pancasila telah terbukti mampu menyatukan keberagaman bangsa Indonesia yang terdiri dari lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan etnik,” demikian amanat yang dibacakan dalam upacara tersebut.

Selain itu, Indonesia juga disebut memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Nilai musyawarah dan mufakat yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia dinilai mampu menjadi instrumen diplomasi dalam menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.

Kontribusi nyata Indonesia terhadap perdamaian dunia juga disampaikan dalam amanat tersebut, mulai dari pengiriman pasukan perdamaian PBB, mediasi konflik regional, hingga konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah sebagai pengejawantahan sila kedua Pancasila, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Yudian Wahyudi juga mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pancasila jangan hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah, tetapi harus hidup dalam tindakan dan perilaku sehari-hari,” bunyi amanat tersebut.

Dalam kesempatan itu, pesan khusus juga disampaikan kepada para pejabat publik, termasuk menteri dan kepala daerah, agar setiap kebijakan yang dibuat selalu berlandaskan keadilan sosial serta memenuhi rasa keadilan masyarakat.

Pemerintah juga diminta menjamin hak-hak masyarakat kecil dan tegas melawan segala bentuk intoleransi serta radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan.

Upacara berlangsung dengan penuh kekhidmatan hingga akhir kegiatan. Sebagai penutup, SMKN Jateng di Semarang memberikan penghargaan kepada guru dan siswa berprestasi yang telah mengharumkan nama sekolah di berbagai ajang kompetisi tingkat regional maupun nasional.

Penghargaan guru berprestasi diberikan kepada Laely Rohmatin Apriliani yang berhasil meraih Juara 2 Lomba Video Pembelajaran yang diselenggarakan oleh BBGTK Provinsi Jawa Tengah.

Sementara itu, prestasi tingkat nasional berhasil diraih oleh Wibi Leo Suryatama dan Harya Wijaya Wahyu Sinatria dari jurusan Teknik Konstruksi dan Perumahan. Keduanya sukses meraih Juara 2 Himatesu Science Paper Competition Bidang Teknik Sipil yang diselenggarakan Fakultas Teknik Universitas Bojonegoro Tahun 2026.

Prestasi membanggakan juga datang dari cabang seni islami. Pada cabang tilawah, Desnisya Dwi Noer Maharani dari kelas X TITL berhasil meraih Juara 2 setelah menampilkan bacaan Al-Qur’an dengan suara merdu dan teknik tajwid yang baik. Sementara Irsyad Sibhra Al Akbar dari kelas X TP meraih Juara 3 pada cabang yang sama.

Pada cabang kaligrafi, Elisa Kuntari dari kelas XI TKP sukses menyabet Juara 1 berkat karya kaligrafinya yang dinilai memiliki keindahan, ketelitian, dan nilai artistik tinggi. Rekan satu sekolahnya, Devien Brillian Majied dari kelas X TKP turut menyumbangkan prestasi dengan meraih Juara 2 kaligrafi.

Tidak berhenti di situ, prestasi juga datang dari cabang tartil. M. Kafa Rizqi Alfiyan dari kelas X TKR berhasil meraih Juara 1 setelah tampil memukau dengan pembacaan Al-Qur’an yang tartil, fasih, dan penuh penghayatan.

Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., mengaku bangga atas berbagai capaian yang berhasil diraih guru dan siswa. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh warga sekolah dalam menciptakan budaya berprestasi dan karakter unggul.

“Prestasi ini menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat kolaborasi seluruh warga sekolah mampu menghasilkan capaian yang membanggakan. Kami berharap prestasi ini dapat memotivasi siswa lain untuk terus berkembang dan membawa nama baik sekolah,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting untuk memperkuat karakter kebangsaan sekaligus membangun generasi muda yang berprestasi, berintegritas, dan memiliki semangat persatuan.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila ini, SMKN Jateng di Semarang tidak hanya menanamkan nilai nasionalisme kepada peserta didik, tetapi juga menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi unggul yang mampu berkontribusi bagi bangsa dan negara.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan